Berbicara mengenai perubahan dunia saat masa Banjir pada zarnan Nuh, Alkitab memberikan banyak informasi tentang ke mana air datang dan ke mana air pergi.
Sumber air utarna adalah mata air pada kedalaman yang besar, yang dulu dikatakan sebagai "tingkap-tingkap langit" dalarn Kejadian 7:11. Mereka beroperasi selama 150 hari selama air bah, dimana hujan berlangsung hanya 40 hari 40 malam, ada jumlah air yang terbatas di atas atmosfer (tingkap-tingkap langit).
Sumber mata air ini terbukti merupakan perrnulaan diciptakannya air di bumi. Kita diberitahu dalam Kejadian 2:5,6 bahwa belum diturunkan hujan pada mulanya, tetapi sebaliknya ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu. Kata lbrani untuk kabut bukan hanya mengarah pada kabut atau embun seperti proses yang kita kenai saat ini, tetapi sumber air sebenarnya, seperti geiser atau sumber mata air. Setelah itu, ada empat sungai yang mengalir dari Taman Eden, dan jika tidak ada hujan, sumber mata air inilah yang menjadi sumber air yang mengalir ke empat jurusan sebagai sungai di Taman. Pentingnya sumber ini pada permulaan penciptaan ditekankan lagi dalam Wahyu 14:7, yang mengatakan bahwa malaikat memberitakan lnjil yang kekal dengan kata-kata " ... sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."
Jika sumber mata air ini merupakan sumber air utama, beroperasi selama 150 hari pertama pada tahun Banjir, pasti ada sumber air yang sangat besar. Beberapa orang memberikan pendapat bahwa ketika Allah menciptakan daratan muncul dari perairan pada hari ketiga penciptaan, sebagian air yang meliputi bumi terjebak di bawah dan tersimpan dalarn daratan. Dalarn beberapa hal, kita diberitahu sehubungan dengan ledakan sumber mata air ini pad a hari mulainya air bah, bahwa pada hari itu "terbelah" segala mata air, yang dengan jelas menunjukkan belahan yang besar pada tanah, Air yang tersimpan dengan tekanan besar di dalam bumi meledak keluar yang timbul sebagai bencana alam. Dengan dernikian sangat menarik diperhatikan bahwa lebih dari 90 persen dari apa yang keluar dari gunung berapi saat ini merupakan air, seringkali dalam bentuk uap. Karena ada banyak batu vulkanis tersebar di antara lapisan fosil dalarn catatan batuan lapisan yang dengan jelas tersimpan selama Bajir Nuh jadi cukup pantas jika dikatakan bahwa sumber mata air dari kedalaman ini membuat ledakan gunung berapi dengan jumlah air yang sangat besar meletus melewati tanah.
TINGKAP-TINGKAP LANGIT
Kita diberitahu bahwa sumber mata air lain Banjir Nuh adalah terbukanya tingkap-tingkap langit. Lalu dikatakan hujan turun 40 hari 40 malam secara terus-menerus , menunjukkan bahwa terbukanya tingkap-tingkap langit ini berarti merupakan hujan turun untuk yang pertama kalinya. Kita perhatikan dalam Kejadian 2:5 dikatakan tidak ada hujan pada rnasa terdahulu. Petunjuk dari Kejadian adalah tidak ada hujan sampai masa Banjir ketika tingkap-tingkap langit terbuka dan hujan pun turun. lni juga menjelaskan mengapa Nuh berkhotbah begitu lama (120 tahun), dengan sedikit orang yang percaya kepadanya, bahwa akan terjadi hujan. Mereka tidak pemah mengalami hujan atau banjir lokal ketika Nuh berkhotbah, dan mereka mencemooh peringatannya.
NUH BERKHOTBAH
Lalu apakah tingkap-tingkap langit ini, dan mengapa tidak hujan untuk waktu yang begitu lama di bumi pada hari-hari pertama sebelum Banjir? Dalam Kejadian pasal 1 dikatakan bahwa pada hari kedua penciptaan Allah memisahkan air yang ada di bumi dengan air yang Dia tempatkan di atas bumi ketika dia menciptakan cakrawala, atau atmosfer, di antara kedua air tersebut. Di atmosfer itulah Dia tempatkan burung-burung, sehingga kita tahu bahwa ini menunjuk kepada atmosfer di mana kita bemapas.
Ini berarti ada air di atas atmosfer yang secara jelas tidak ada di sini saat ini. Ini bukan menunjuk kepada awan, karena mereka ada di dalam atmosfer dan menghasilkan hujan, Juga tidak ada pelangi. Dlberitahukan dalarn Kejadian 9:8-17 bahwa Allah berjanji kepada Nuh bahwa Dia tidak akan pernah lagi mengirim air bah seperti yang pernah Dia kirimkan, dan Dia meletakkan pelangi di langit sebagai tanda akan janji tersebut. Secara khusus, Allah berkata (ayat 13), "Busur-Ku Kutaruh di awan" suatu petunjuk akan sebuah kenyataan bahwaseseorang memerlukan awan untuk menghasilkan pelangi. Awan terbuat dari tetesan air. Karena matahari bersinar melewati tetesan air tersebut, mereka menjadi prisrna kaca, sehingga cahaya terpencar menjadi komponen warna wami dan kita melihat pelangi. Tujuan sepenuhnya dari perjanjian ini bahwa sesuatu yang baru yang Allah lakukan, jadi ini adalah pertama kalinya pelangi dilihat,
Lalu air macam apa yang di atas atmosfer sebelum air bah? Banyak cendekiawan menganggapnya sebagai air dalarn bentuk uap yang dihalangi oleh atmosfer. Biasanya istllah yang digunakan adalah "tirai uap air" yang menunjukkan suatu selimut uap air menyelimuti seluruh bumi. Sulit dibayangkan bagaimana zat cair menggantung di atas atmosfer, tetapi uap air tentunya lebih ringan dari zat cair.
BENCANA AIR BAH
TIRAI UAP AIR
Dr. Joseph Dillow telah menghitung berapa banyak uap air yang secara fisik memungkinkan untuk menggantung di atas atmosfer sebagai selimut bumi. Dia berpendapat bahwa uap air yang ada memiliki ketebalan sama sekitar 12 meter (40 kaki) ketebalan zat cair. Dia memperhitungkan bahwa jumlah air seperti ini cukup untuk membuat hujan turun selama 40 hari 40 malam terus-menerus; di mana jika air di atas menjadi awan, lalu mengalami kelembaban di atmosfer, jika dengan cepat turun ke bumi sebagai hujan, akan sama dengan kurang dari lima sentimeter (dua inci) ketebalan zat cair - hampir tidak cukup menahan 40 hari 40 malam hujan pada masa Banjir.
Itu sebabnya, tampak jelas bahwa referensi dalam Kejadian 7:11 mengenai "tingkap-tingkap langit terbuka" merupakan jatuhnya tirai uap air ini, yang menjadi tidak stabil dan jatuh sebagai hujan-saksi mata menerangkan kejadian ini sebagai "tingkap-tingkap langit terbuka". Beberapa orang mengemukakan bahwa ketika sumber mata air terbelah, diduga sebagai letusan gunung berapi, debu yang dikeluarkan oleh letusan ini tersebar ke dalam kanopi uap air, menyebabkan uap air bereaksi dengan partikel debu dan membentuk tetes air yang kemudian jatuh sebagai hujan.
Ada bukti lain secara tak langsung yang cocok dengan keberadaan tirai uap air ini sebelum Banjir. Tirai semacam ini bisa berarti iklim yang sangat menyenangkan di sekeliling bumi . pada saat itu, karena bumi menjadi terpagari oleh tirai semacam ini -- menjadi sama seperti sebuah rumah kaca -- dimana panas dari energi matahari terjebak dalam sarung uap air. Dengan demikian, para cendekiawan berbicara mengenai efek rumah kaca sebelum Banjir dengan temperatur iklim sub-tropis yang menyenangkan di sekitar bumi, bahkan di kutub utara yang saat ini terdapat es. Ini berarti sayuran bertumbuh dengan subur di seluruh permukaan bumi. Bukti bahwa hal ini terjadi di masa lampau adalah diketemukannya lapisan batu bara di Antartika mengandung sayuran yang sekarang tidak ditemukan lagi tumbuh di daerah kutub, tetapi yang jelas tumbuh pada kondisi alam yang lebih hangat.
Perbedaan temperatur yang menyolok seperti ini antara kutub utara dan katulistiwa bisa menimbulkan gerakan angin seperti yang terjadi pada dunia saat ini. Kita kemudian akan melihat bahwa gunung-gunung tidak setinggi sebelum air bah. Dalam dunia saat ini, angin dan ketinggian gunung merupakan bagian paling penting dari siklus yang menimbulkan hujan di daratan. Bagaimanapun, sebelum Banjir kedua hal ini tidak diperlukan, karena adanya cara yang berbeda di mana bumi dipenuhi air.
Kalau kita membaca permulaan pasal Kejadian, kita juga menemukan bahwa setiap kepala keluarga hidup dengan usia panjang -- rata-rata, lebih dari 900 tahun. Banyak orang tidak percaya akan hal ini, karena saat ini kita hidup rata-rata hanya sampai 70 tahun. Tetapi dengan adanya tirai uap air memberikan perlindungan terhadap penduduk yang tinggal di bawahnya terhadap datangnya radiasi kosmis merugikan yang datang, yang berarti tirai tersebut bertanggung jawab terhadap proses masa hidup. Yang lain berpendapat bahwa tekanan oksigen yang lebih besar di bawah tirai semaeam ini bisa membuat masa hidup lebih lama bagi manusia dan hewan. Gelembung udara terjebak dalam fosil pohon damar berwarna sawo matang telah menunjukkan adanya konsentrasi oksiqcn 50 persen lebih tinggi daripada yang ada saat ini. Dengan demikian, kenyataan bahwa para leluhur yang hidup pada masa pra-Banjir, hidup dengan usia panjang dan ini merupakan bukti nyata akan adanya tirai uap air.
Dengan jatuhnya tirai uap air pada masa air bah ("tingkap-tingkap langit" terbuka), tidaklah mengejutkan melihat masa hidup manusia secara drastis berkurang pada tahun-tahun sesudah kejadian itu. Keturunan Nuh berikutnya secara berturut-turut hidup kurang dari 900 tahun dan pada beberapa generasi saja, masa hidup rnanusia berkurang rata-rata hingga 70 tahun saja, seperti yang dialami sekarang.
Ada petunjuk lain yang mengejutkan akan adanya tirai uap air sebelum air bah, dan bukti akan hal ini juga rnerupakan bukti nyata akan keberadaannya. Mereka yang berminat mempelajari masalah ini bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan buku Dr. Joseph Dillow.
KEMANA AIR PERGI???
Jadi seluruh muka bumi diliputi oleh air bah, dan dunia yang ada dihancurkan dcngan air, dunia yang pada mulanya muncul atas perintah Allah (Kejadian 1 :9; II Petrus 3:5-6). Tetapi ke mana air itu pergi kemudian?
Ada sejumlah pesan dalam Alkitab yang mengarahkan bahwa air bah adalah air laut yang ada saat ini (Amos 9:6 & Ayub 38:8-11, perhatikan "gelombang"). Bila air masih di sini, bagaimana gunung yang paling tinggi tidak lagi diliputi air, seperti pada zarnan Nuh? Mazmur 104 memberikan jawabannya. Setelah air meliputi pegunungan (ayat 6), Allah menghardik air itu dan air itu melarikan diri (ayat 7); naik gunung, turun lembah (ayat 8) dan Allah memberikan batas sehingga mereka tidak akan pernah lagi meliputi bumi (ayat 9). Itu semua air yang sama!
Yesaya memberikan pernyataan yang sama bahwa air bah pad a zaman Nuh tidak akan pernah lagi meliputi bumi (Yesaya 54:9).
Yesaya 54:9
Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.
Dengan jelas apa yang dikatakan Alkitab kepada kita adalah bahwa Allah bertindak mengubah topografi bumi. Daratan baru melahirkan rangkaian pegunungan baru dari lapisan batuan diangkat dari bawah oleh air yang meliputi bumi dan telah mengikis dan meratakan topografi sebelum air bah, sementara lautan yang besar dan dalam dibentuk untuk menampung dan menyimpan air banjir tersebutyang kemudian air dari daratan tersebut dialirkan ke dalamnya.
Itu sebabnya lautan begitu dalam, dan mengapa ada barisan gunung-gunung. Sesungguhnya, jika seluruh permukaan bumi diratakan dengan cara meratakan topografi permukaan tanah dan permukaan batuan pada dasar lautan, maka air lautan akan meliputi permukaan bumi dengan kedalaman lebih dari tiga kilometer (dua mil). Cukup jelas sekarang, air bah pada zaman Nuh adalah lautan yang ada sekarang ini. Kita perlu ingat bahwa hampir 70 persen dari bagian bumi adalah terdiri dari air.
SUATU MEKANISME???
Jika pad a akhir air bah pegunungan muncul sementara lembah tenggelam, gerakan bumi semacam ini pasti memberi arah vertikal, ciri ini bertentangan dengan gerak horisontal seperti yang dikemukakan oleh teori lintasan benua , dan lempeng tektonis yang banyak dikemukakan oleh para ilmuwan saat ini. Kenyataannya ada mekanisme untuk gerakan vertikal bumi, salah satunya kita memiliki bukti yang sangat bagus baik langsung maupun tidak langsung (lihat Lampiran I).
DAPATKAH AIR MENUTUPI GUNUNG EVEREST???
GUNUNG EVEREST
Tidak ada gunung setinggi gunung ini (8 kilometer lebih)
Telah dikemukakan bahwa tinggi maksimum dari air bah menurut teori bumi adalah sekitar tiga kilometer (dua mil). Tetapi gunung Everest contohnya, merniliki ketinggian lebih dari delapan kilometer (lima mil). Lalu bagaimana air bah meliputi semua bukit tinggi di seluruh bumi? Bagaimanapun, kita telah memperhatikan bahwa gunung yang sangat tinggi tidaklah diperlukan untuk hujan turun sebelum air bah, dan gunung-gunung yang ada sekarang dibentuk setelah air bah yaitu dengan desakan mekanisme ini. Mendukung hal ini, seseorang bisa meneliti bahwa lapisan paling atas dari gunung Everest terdiri dari fosil, lapisan air.
Proses pengangkatan daratan dari bawah air ini berarti bahwa kalau gunung timbul dan lembah tenggelam, air dengan cepat akan mengalir ke permukaan tanah yang baru muncul. Gerakan air dalam jumlah banyak dengan cepat semacam ini akan menyebabkan pengikisan, dan dengan demikian sulit membayangkan timbulnya pahatan/ukiran dari macam-macam bentuk daratan seperti yang kita lihat sekarang ini, termasuk contohnya, tempat seperti Grand Canyon di Amerika. dan Ayers Rock di Australia. (Bentuk monolitis yang ada sekaranq ini adalah hasil dari erosi dan pengangkatan tanah horisontal yang sebelumnya.)
Itu sebabnya mengapa kita mclihat juga. dalam beberapa hal, saat ini sungai yang ada di lembali yang jauh lebih besar dari yang seharusnya dihasilkan oleh sungai, kecil bila dibandingkan dengan yang ada pada mereka sekarang. Dengan kata lain, air yang mengalir mengukir lembah sungai semacam ini pasti lebih besar daripada volume aliran air pada sungai masa kini Ini sesuai dengan konsep jumlah air bah yang mengalir pada permukaan tanah pada akhir air bah pada zarnan Nuh, dan berakhir pada tempat yang cekung, baru disiapkan, lautan yang dalam.
LAMPIRAN 1
Isostasi
Ketika pengukuran dilakukan pada kekuatan sentrifugal dan ketinggian, berat burni kebanyakan sama pada tempat yang berbeda. T etapi, dengan pengukur gravitasi yang sangat peka yang berkernbang akhir-akhir ini, bumi dapat ditirnbang dengan sangat tepat. Hasilnya, diketernukan bahwa berat burni temyata berbeda dari satu ternpat ke ternpat yang lain, yaitu gravitasinya sedikit berbeda. Perbedaan ini tampaknya disebabkan oleh perbedaan kepadatan batuan di bawah benda, karena kita tahu bahwa bumi sepenuhnya hanya memiliki satu berat. Itu sebabnya, perbedaan yang ada pasti disebabkan oleh tarikan gravitasi yang berbeda dari batuan pada bagian kerak bumi yang berbeda.
Untuk keadaan ideal dari persamaan gravitasi yang mengatur ketinggian daratan dan dasar lautan, menurut kepadatan batuan dasar, istilah "isostasi'' (bahasa Yunani untuk "berdiri sejajar") dikernukakan oleh Dutton, seorang ahli geologi Amerika tahun 1889.
Ide ini timbul dari pemikiran terhadap serangkaian balok kayu dengan tinggi yang berbeda mengapung di air (lihat diagram). Balok muncul dari air dengan jumlah yang sebanding dengan ketinggian mereka; mereka dikatakan dalarn keadaan seimbang hidrostatis. Isostasi sesuai dengan keadaan seimbang antara bidang luas lapisan bumi yang timbul dengan tingkat yang berbeda dan muncul pada permukaan sebagai barisan pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, atau dasar lautan.
Balok kayu dengan ketinggian berbeda terapung di air (ditunjukkan di depan sebagai bagian yang melewati tangki). untuk menggambarkan konsep keseimbangan isostatik antara kolom yang berdekatan dari kerak bumi.
Dengan demikian relief bumi dlkatakan diimbangi oleh kepadatan batuan dasar yang berbeda. Secara alamiah, puncak dan lembah secara terpisah tidak seimbang, karena ciri relief minor ini dengan mudah dipertahankan oleh kekuatan kerak batuan. Meskipun demikian, istilah isostasi mengungkapkan ide bahwa dua tempat yang sama pada lapisan bumi, tinggi atau rendah, memiliki berat yang sama. Jadi kalau lapisan tipis, materi batuan akan lebih padat, dan kalau lapisan tebal, materi batuan akan kurang padat.
Konsep ini telah diteguhkan oleh bermacam-macam bukti. Contohnya, survei gravitasi yang dilakukan di lautan memberikan hasil yang sama dengan yang dilakukan di daratan. Penjelasan satu-satunya akan hal ini adalah, berdasarkan isostasi, batuan di dasar lautan lebih padat daripada batuan yang di daratan, karena air laut kurang padat daripada batuan. Dengan teknik penarikan contoh yang ada dan bahkan pengeboran batuan di dasar laut, klta diyakinkan bahwa batuan di sana lebih padat daripada kepadatan rata-rata batuan daratan.
Penelitian ilmu gempa, yang secara jelas memampukan kita untuk rnenyinar - X interior bumi, telah menjelaskan bahwa lapisan di dasar lautan itu tipis dan padat, sedangkan Iapisan pada daratan itu lebih tebal, dan kepadatan batuannya kurang. Dan sekarang, pengeboran yang dalam terhadap lapisan pada daratan rnemastikan ketebalan dan kepadatan lapisan daratan seperti yang ditunjukkan oleh bukti yang tidak langsung. ltu sebabnya muncul bahwa lapisan bumi mencapai keseimbangan isostik
Bila materi dipindahkan dari daratan oleh pengikisan, daratan menjadi lebih ringan beratnya dan cenderung melayang (seperti sebuah perahu terangkat dari air ketika muatan diambil). Sama halnya, erosi membawa endapan ke lautan, sehingga tempat dengan endapan yang berat seperti delta menjadi lebih berat, dan cenderung tenggelam.
Proses semacam ini sangat mungkin terjadi selama masa air bah. Air meliputi "segala gunung tinggi di seluruh kolong langit," sehingga erosi telah merusak geografi sebelum air bah. Lapisan bumi mungkin terbelah untuk rnelepaskan sumber mata air, tidak diragukan lagi, disertai dengan ledakan gunung berapi dan campuran batuan beku. Setelah semuanya itu, keseimbangan isostatis dari lapisan pra-Banjir secara total dihancurkan, jadi dengan berakhimya dan penarikan kembali Banjir, keseimbangan isostatis yang baru menjadi mantap. Mungkin inilah satu mekanisme yang terjadi oleh gerakan vertikal bumi untuk membentuk topografi yang sekarang ini dan timbulnya ketinggian selama tahap-tahap akhir Banjir, seperti yang dijelaskan dalam Mazmur 104.
Mazmur 104 Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya
104:1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,
104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,
104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,
104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.
104:7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu,
104:8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka.
104:9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi.
104:10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,
104:11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan;
104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
104:13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
104:14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
104:15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.
104:16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya,
104:17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar;
104:18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.
104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya.
104:20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka hari pun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan.
104:21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah.
104:22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya;
104:23 manusia pun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang.
104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
104:25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar.
104:26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.
104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.
104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
104:31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!
104:32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap.
104:33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
104:34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.
104:35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!
Sumber :
- Ken Ham, Andrew Snelling, Carl Wieland, 1990, Jawaban Pasti atas 12 Hal yang Paling Banyak Dipertanyakan tentang Evolusi dan Penciptaan, Andi, Yogyakarta.
- J. Dillow, 1981. The Waters Above, Moody Press, Chicago.
Jumat, 04 Februari 2011
D. DAPATKAH DINOSAURUS DAN BINATANG-BINATANG LAIN YANG PUNAH DISESUAIKAN DENGAN KISAH ALKITAB???
Dari begitu banyak jenis binatang yang ada, hanya sedikit sekali yang disebutkan dalam Alkitab. Kitab Kejadian hanya mencatat bahwa Allah menciptakan segala makhluk hidup di laut, di darat, dan di udara, serta menamakan semuanya dengan istilah yang paling umum: ternak, binatang melata, binatang liar di darat, dan binatang bersayap.
Hanya binatang-binatang yang penting dalam hubungannya dengan sejarah umat manusia itulah yang disebut di dalam Kitab Suci secara tegas, seperti misalnya ternak, lembu, kambing, domba (yang penting dari segi perekonomian), ditambah daftar khusus ten tang binatang-binatang haram dan tidak haram di dalam Imamat Lewi, dsb. Banyak binatang tidak disebut namanya dalam Alkitab, di antaranya dinosaurus.
Tidak disebut ini sama sekali tidak penting, kecuali bahwa binatang-binatang itu tidak berpengaruh penting bagi sejarah manusia sehingga perlu dicatat. Jelaslah bahwa binatang dinosaurus pernah ada. Hal ini diketahui dari catatan-catatan fosil tentang lapisan tanah yang luas dengan fosil-fosil binatang ini, yang diduga tetap terpelihara karena bencana alam, seperti air bah misalnya.
Jikalau endapan yang menutupinya tidak mengeras dengan cepat menjadi batu, maka badan mereka akan segera membusuk; namun peninggalan yang kita dapatkan merupakan badan yang masih utuh. Bencana alam seperti air bah akan menjelaskan adanya peninggalan seperti itu.
Bukti tambahan bagi adanya dinosaurus, dan pada waktu yang bersamaan dengan manusia, diperoleh dari piktograf-piktograf (tulisan gambar) yang tertinggal di Afrika dan Amerika Utara, dan dari bukti fosil bekas jejak kaki manusia dan dinosaurus dalam formasi batuan yang sama.
Mengapa dan bagaimana binatang-binatang itu menjadi punah, kita hanya dapat menerka. Dari kitab Kejadian kita tahu bahwa ketika Allah selesai menciptakan segala sesuatu, segalanya itu adalah sangat baik. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kerusakan dan kematian memasuki alam semesta.
Akhirnya, kebejatan begitu meluas sehingga Allah memusnahkan segalanya kecuali keluarga Nuh dan sepasang dari tiap jenis makhluk hidup yang diatur Allah supaya datang kepada Nuh agar tetap terpelihara di dalam bahtera.
Mungkin saja Tuhan membiarkan beberapa macam binatang, yang tidak dibuat-Nya datang kepada Nuh, misalnya dinosaurus. Tetapi Alkitab mengatakan, "Dari segala jenis ... harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya."
Kejadian 6:19
Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
Kita dapat menduga bahwa mungkin dinosaurus tidak datang ke bahtera, karena mungkin pada waktu itu Allah berniat agar mereka musnah, atau mungkin juga karena keadaan iklim sesudah air bah itu mengakibatkan binatang-binatang itu tidak dapat berkembang biak dalam jumlah yang cukup banyak , sehingga akhirnya punah. Kita dapat memiliki data yang cukup untuk membuat terkaan lebih jauh.
Disalin dari :
- Josh Mc Dowell & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang belum Percaya, Gandum Mas, p. 105-107
- John C. Whitcomb and Henry M. Morris, The Genesis Flood, Presbyterian and Reformed Pub. Co., 1961
- John C. Whitcomb, The Early Earth, Baker Book House, 1972.
Hanya binatang-binatang yang penting dalam hubungannya dengan sejarah umat manusia itulah yang disebut di dalam Kitab Suci secara tegas, seperti misalnya ternak, lembu, kambing, domba (yang penting dari segi perekonomian), ditambah daftar khusus ten tang binatang-binatang haram dan tidak haram di dalam Imamat Lewi, dsb. Banyak binatang tidak disebut namanya dalam Alkitab, di antaranya dinosaurus.
Tidak disebut ini sama sekali tidak penting, kecuali bahwa binatang-binatang itu tidak berpengaruh penting bagi sejarah manusia sehingga perlu dicatat. Jelaslah bahwa binatang dinosaurus pernah ada. Hal ini diketahui dari catatan-catatan fosil tentang lapisan tanah yang luas dengan fosil-fosil binatang ini, yang diduga tetap terpelihara karena bencana alam, seperti air bah misalnya.
Jikalau endapan yang menutupinya tidak mengeras dengan cepat menjadi batu, maka badan mereka akan segera membusuk; namun peninggalan yang kita dapatkan merupakan badan yang masih utuh. Bencana alam seperti air bah akan menjelaskan adanya peninggalan seperti itu.
Bukti tambahan bagi adanya dinosaurus, dan pada waktu yang bersamaan dengan manusia, diperoleh dari piktograf-piktograf (tulisan gambar) yang tertinggal di Afrika dan Amerika Utara, dan dari bukti fosil bekas jejak kaki manusia dan dinosaurus dalam formasi batuan yang sama.
Mengapa dan bagaimana binatang-binatang itu menjadi punah, kita hanya dapat menerka. Dari kitab Kejadian kita tahu bahwa ketika Allah selesai menciptakan segala sesuatu, segalanya itu adalah sangat baik. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kerusakan dan kematian memasuki alam semesta.
Akhirnya, kebejatan begitu meluas sehingga Allah memusnahkan segalanya kecuali keluarga Nuh dan sepasang dari tiap jenis makhluk hidup yang diatur Allah supaya datang kepada Nuh agar tetap terpelihara di dalam bahtera.
Mungkin saja Tuhan membiarkan beberapa macam binatang, yang tidak dibuat-Nya datang kepada Nuh, misalnya dinosaurus. Tetapi Alkitab mengatakan, "Dari segala jenis ... harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya."
Kejadian 6:19
Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
Kita dapat menduga bahwa mungkin dinosaurus tidak datang ke bahtera, karena mungkin pada waktu itu Allah berniat agar mereka musnah, atau mungkin juga karena keadaan iklim sesudah air bah itu mengakibatkan binatang-binatang itu tidak dapat berkembang biak dalam jumlah yang cukup banyak , sehingga akhirnya punah. Kita dapat memiliki data yang cukup untuk membuat terkaan lebih jauh.
Disalin dari :
- Josh Mc Dowell & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang belum Percaya, Gandum Mas, p. 105-107
- John C. Whitcomb and Henry M. Morris, The Genesis Flood, Presbyterian and Reformed Pub. Co., 1961
- John C. Whitcomb, The Early Earth, Baker Book House, 1972.
C. BAGAIMANA MUNGKIN SEMUA BINATANG MASUK KE DALAM BATERA NUH?
Kejadian 6:11-22
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Salah satu keberatan tcrhadap kisah Alkitab tentang air bah rnenyangkut hal Nuh membawa masuk segala binatang ke dalam bahteranya. Bila meneliti ukuran bahtera itu, sepcrti yang diberikan di dalam Alk itab, maka kisah ini menjadi lebih jelas.
John Whitcomb dan Henry Morris dalam bukunya, The Genesis Flood, memaparkan hasil analisa yang sangat cerrnat mengenai data yang berhubungan dengan ukuran dan daya muat bahtera itu. Mereka mencatat bahwa panjang bahtera itu 437,5 kaki (l3l ,25 m), lebarnya 72,92 kaki (21,88 m), dan tingginya 43,75 kaki (13,13 m), apabila dihitung 17,5 inci per hasta.
Bahtera itu mempunyai tiga dek (Kejadian 6: 16), maka luas total daerah dek itu kira-kira 95.700 kaki persegi (28.710 m2), dan volume totalnya 1.396.000 kaki kubik (418.800 m3). Tonasi kotor bahtera ini kira-kira 13.960 ton, yang sebanding dengan beberapa kapal raksasa dewasa ini.
Kapasitas angkutnya akan sama dengan 522 gerbong kereta api ukuran standar, yang masing-masing dapat memuat 240 ekor domba. Jadi , paling sedikit bahtera itu dapat muat 125.000 ekor domba. Tambahan pula, Kejadian 6: 14 membeitahukan kita bahwa di samping ketiga dek itu, masih ada ruang-ruang yang dirancang untuk tempat binatang-binatang itu.
Whitcomb dan Morris juga menetapkan bahwa waktu itu ada kurang dari 17.600 jenis binatang menyusui , burung, reptil , dan amfibi yang dikenal , yang memerlukan perlindungan dalam bahtera itu. Hal ini mereka retapkan dengan jalan meneliti "perkiraan yang terbaik bcrdasarkan ilmu taksonomi modern" .
Apabila dihitung masing-rnasing yang masuk ke dalam bahter a adalah sepasang, maka diperlukan ruang hanya untuk 35.200 binatang, ditambah 5 ekor untuk tiap binatang halal (yang sebenarnya jumlahnya hanya sedikit sekali, tetapi untuk kelengkapan argumentasi biarlah kita ambil saja setengah dari jenis-jenis yang ada, yakni 8.800 x 5 = 44.000 ekor), sehingga jumlah maksimal binatang yang masuk ke dalam bahtera itu adalah 79.000 ekor.
Karena ada kemungkinan mulanya jumlah jenis yang ada hanya sedikit , maka bukan tidak mungkin untuk rnernbayangkan bahwa bahiera itu dapat memuat semua binatang itu, bersama dengan ruang untuk perbekalan makanan. (Hal ini disimpulkan dari fakta pembiakan binatang, yang menyebabkan aneka ragam jenis di dalam dunia binarang dewasa ini. Juga kenyataannya bahwa kebanyakan binatang darat adalah lebih kecil dari domba, dan dapat diperkirakan bahwa binatang-binatang muda yang lebih kecil yang dibawa.)
Kita tidak boleh mengabaikan pemikiran bahwa binatang-binatang dalam bahtera itu memiliki kelompok-kelompok gen yang akan membolehkan perkembangan banyak macam binatang seperti yang ada sekarang. Binatang-binatang dalam baht era itu mungkin menjadi semacam "bank plasma keturunan ". Setelah melalui perkembangbiakan bertahun-tahun menurunkan varitas binatang-binatang yang kita lihat sekarang, seperti yang dik atakan oleh Henry M. Morris di dalam bukunya The Genesis Flood:
" ... setelah seratus tahun ... penyelidikan dalam zoologi telah memberikan fakta-fakta yang menarik mengenai potensi penggolongan yang menakjubkan, yang telah ditetapkan Allah dalam jenis-jenis yang dituliskan dalam kitab Kejadian. "Jenis-jenis" ini tidak pernah berkembang atau bergabung satu sama lain melalui penyilangan garis-garis perbatasan yang ditentukan Allah; tetapi sernuanya telah menghasilkan ban yak sekali varitas serta sub-varitas (seperti halnya dengan ras dan rumpun manusia) sehingga para ahli taksonomi yang terpandai sekalipun menjadi kewalahan menghadapi tugas menghitung serta menggolongkannya.
"Frank Lewis Marsh . . . menggambarkan konsepsinya tentang bagaimana beberapa dari beramins yang khas kemungkinan telah menghasilkan berrnacam-macam jenis sebelum dan sesudah Air Bah. (Baramin berasal dari kata bara – "diciptakan", dan min - "jenis".) Ia menjelaskan bahwa lebih dari 500 varitas kacang polong telah berkembang dari satu jenis saja sejak tahun 1700; dan ada lebih dari 200 varitas anjing yang berbeda, yang sangat berlainan seperti misalnya anjing dachshund dan collie, yang telah berkembang dari sejumlah kecil anjing liar. Dalam mendiskusikan masalah ini lebih lanjut Dr. Marsh menulis:
"Di bidang zoologi ada suatu contoh yang baik sekali mengenai keturunan yang berbeda. Contoh ini terdapat pada merpati piaraan. Aneka ragam bentuk dan tabiat yang ditemukan di antara keturunan merpati itu akan menggoncangkan kepercayaan kita tentang asal-usul mereka bersarna, jika kita tidak mengetahui bahwa mereka semua telah dikembangkan dari merpati karang yang liar, Columbia livia, yang terdapat di pesisir Eropah. Sungguh menarik apabila kita memperhatikan variasi dari bentuk leluhurnya yang diperlihatkan dalam keturunannya seperti misalnya: pouter, leghorn runt, fantail, tumbler, owl, turbit, swallow, carrier, nun, jacobin, dan homer. Nama-nama "jenis" yang berbeda dan kemungkinan juga nama-nama "generis" yang berbeda, bisa saja diberikan pada beberapa jenis burung itu seandainya kita tidak tahu bahwa mereka sebenarnya hanyalah keturunan dari binatang yang sama."
Sumber :
- Josh Mc Dowell & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang belum Percaya, Gandum Mas, p. 105-107
- John Whitcomb and Henry Morris, The Genesis Flood, Presbyterian Reformed, 1961
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Salah satu keberatan tcrhadap kisah Alkitab tentang air bah rnenyangkut hal Nuh membawa masuk segala binatang ke dalam bahteranya. Bila meneliti ukuran bahtera itu, sepcrti yang diberikan di dalam Alk itab, maka kisah ini menjadi lebih jelas.
John Whitcomb dan Henry Morris dalam bukunya, The Genesis Flood, memaparkan hasil analisa yang sangat cerrnat mengenai data yang berhubungan dengan ukuran dan daya muat bahtera itu. Mereka mencatat bahwa panjang bahtera itu 437,5 kaki (l3l ,25 m), lebarnya 72,92 kaki (21,88 m), dan tingginya 43,75 kaki (13,13 m), apabila dihitung 17,5 inci per hasta.
Bahtera itu mempunyai tiga dek (Kejadian 6: 16), maka luas total daerah dek itu kira-kira 95.700 kaki persegi (28.710 m2), dan volume totalnya 1.396.000 kaki kubik (418.800 m3). Tonasi kotor bahtera ini kira-kira 13.960 ton, yang sebanding dengan beberapa kapal raksasa dewasa ini.
Kapasitas angkutnya akan sama dengan 522 gerbong kereta api ukuran standar, yang masing-masing dapat memuat 240 ekor domba. Jadi , paling sedikit bahtera itu dapat muat 125.000 ekor domba. Tambahan pula, Kejadian 6: 14 membeitahukan kita bahwa di samping ketiga dek itu, masih ada ruang-ruang yang dirancang untuk tempat binatang-binatang itu.
Whitcomb dan Morris juga menetapkan bahwa waktu itu ada kurang dari 17.600 jenis binatang menyusui , burung, reptil , dan amfibi yang dikenal , yang memerlukan perlindungan dalam bahtera itu. Hal ini mereka retapkan dengan jalan meneliti "perkiraan yang terbaik bcrdasarkan ilmu taksonomi modern" .
Apabila dihitung masing-rnasing yang masuk ke dalam bahter a adalah sepasang, maka diperlukan ruang hanya untuk 35.200 binatang, ditambah 5 ekor untuk tiap binatang halal (yang sebenarnya jumlahnya hanya sedikit sekali, tetapi untuk kelengkapan argumentasi biarlah kita ambil saja setengah dari jenis-jenis yang ada, yakni 8.800 x 5 = 44.000 ekor), sehingga jumlah maksimal binatang yang masuk ke dalam bahtera itu adalah 79.000 ekor.
Karena ada kemungkinan mulanya jumlah jenis yang ada hanya sedikit , maka bukan tidak mungkin untuk rnernbayangkan bahwa bahiera itu dapat memuat semua binatang itu, bersama dengan ruang untuk perbekalan makanan. (Hal ini disimpulkan dari fakta pembiakan binatang, yang menyebabkan aneka ragam jenis di dalam dunia binarang dewasa ini. Juga kenyataannya bahwa kebanyakan binatang darat adalah lebih kecil dari domba, dan dapat diperkirakan bahwa binatang-binatang muda yang lebih kecil yang dibawa.)
Kita tidak boleh mengabaikan pemikiran bahwa binatang-binatang dalam bahtera itu memiliki kelompok-kelompok gen yang akan membolehkan perkembangan banyak macam binatang seperti yang ada sekarang. Binatang-binatang dalam baht era itu mungkin menjadi semacam "bank plasma keturunan ". Setelah melalui perkembangbiakan bertahun-tahun menurunkan varitas binatang-binatang yang kita lihat sekarang, seperti yang dik atakan oleh Henry M. Morris di dalam bukunya The Genesis Flood:
" ... setelah seratus tahun ... penyelidikan dalam zoologi telah memberikan fakta-fakta yang menarik mengenai potensi penggolongan yang menakjubkan, yang telah ditetapkan Allah dalam jenis-jenis yang dituliskan dalam kitab Kejadian. "Jenis-jenis" ini tidak pernah berkembang atau bergabung satu sama lain melalui penyilangan garis-garis perbatasan yang ditentukan Allah; tetapi sernuanya telah menghasilkan ban yak sekali varitas serta sub-varitas (seperti halnya dengan ras dan rumpun manusia) sehingga para ahli taksonomi yang terpandai sekalipun menjadi kewalahan menghadapi tugas menghitung serta menggolongkannya.
"Frank Lewis Marsh . . . menggambarkan konsepsinya tentang bagaimana beberapa dari beramins yang khas kemungkinan telah menghasilkan berrnacam-macam jenis sebelum dan sesudah Air Bah. (Baramin berasal dari kata bara – "diciptakan", dan min - "jenis".) Ia menjelaskan bahwa lebih dari 500 varitas kacang polong telah berkembang dari satu jenis saja sejak tahun 1700; dan ada lebih dari 200 varitas anjing yang berbeda, yang sangat berlainan seperti misalnya anjing dachshund dan collie, yang telah berkembang dari sejumlah kecil anjing liar. Dalam mendiskusikan masalah ini lebih lanjut Dr. Marsh menulis:
"Di bidang zoologi ada suatu contoh yang baik sekali mengenai keturunan yang berbeda. Contoh ini terdapat pada merpati piaraan. Aneka ragam bentuk dan tabiat yang ditemukan di antara keturunan merpati itu akan menggoncangkan kepercayaan kita tentang asal-usul mereka bersarna, jika kita tidak mengetahui bahwa mereka semua telah dikembangkan dari merpati karang yang liar, Columbia livia, yang terdapat di pesisir Eropah. Sungguh menarik apabila kita memperhatikan variasi dari bentuk leluhurnya yang diperlihatkan dalam keturunannya seperti misalnya: pouter, leghorn runt, fantail, tumbler, owl, turbit, swallow, carrier, nun, jacobin, dan homer. Nama-nama "jenis" yang berbeda dan kemungkinan juga nama-nama "generis" yang berbeda, bisa saja diberikan pada beberapa jenis burung itu seandainya kita tidak tahu bahwa mereka sebenarnya hanyalah keturunan dari binatang yang sama."
Sumber :
- Josh Mc Dowell & Don Steward, Jawaban bagi Pertanyaan Orang yang belum Percaya, Gandum Mas, p. 105-107
- John Whitcomb and Henry Morris, The Genesis Flood, Presbyterian Reformed, 1961
B. BUKTI-BUKTI LAIN BAHWA MANUSIA PERNAH HIDUP BERSAMA DINOSAURUS
Banyak kebudayaan di dunia yang mempunyai legenda Naga. Legenda Naga ini ada di China, Jepang, Australia, Amerika Selatan, India, Eropa, Inggris, Yahudi dan di Amerika. Kalau naga hanyalah merupakan daya khayal manusia, mengapa legenda ini ada di beberapa kebudayaan bukan hanya terdapat pada satu bangsa saja? Diduga bahwa makhluk ini sebenarnya adalah dinosaurus.
Ada sebuah cerita mengenai pahlawan bangsa Sumeria 3000 tahun SM yang bernama Gilgamesh. Ia pergi ke sebuah hutan terpencil untuk menebang pohon Cedar kemudian menemukan seekor naga jahat yang besar. Ia membunuh naga tersebut dan memotong kepalanya sebagai tanda kemenangannya. Ketika Alexander Agung dan prajuritnya tiba di India, mereka menemukan bahwa penduduk asli India menyembah reptil yang sangat besar yang mereka simpan di gua-gua. China sangat terkenal dengan cerita naganya, dan naga selalu ditonjokan dalam guci, sulam-menyulam, dan ukiran China. Inggris mempunyai cerita mengenai St. George yang membunuh naga yang hidup di sebuah gua.
Pada abad ke-10 seorang Irlandia mencatat perjumpaannya dengan seekor makhluk yang rupanya seperti Stegosaurus. Pada tahun 1500-an, sebuah buku scientific Eropa, Historia Animalium, mencatat beberapa jenis binatang, yang bagi kita adalah dinosaurus, masih hidup pada saat itu. Seorang ahli ilmu pengetahuan alam terkenal, Ulysses Aldrovandus, mencatat sebuah pertemuan antara seorang petani bernama Baptista dan seekor naga yang ciri-cirinya mirip dengan dinosaurus Tanystropheus. Pertemuan itu terjadi tanggal 13 Mei 1472 dekat Bologna di Itali, dan petani itu membunuh naga tersebut. Jadi bukti dari keberadaan dinosaurus pada sejarah umat manusia sangat kuat.
Terdapat laporan-laporan yang menyatakan penampakan dinosaurus pada akhir-akhir ini. Pada Science Digest, Juni 1981 dan Science Frontiers No. 33 tahun 1983, penyelidik dan penduduk di Afrika melaporkan penampakan makhluk seperti dinosaurus. Deskripsi yang diberikan cocok dengan rupa dinosaurus. Dalam Melbourne Sun, 6 Februari 1980, lebih dari 40 orang mengklaim bahwa mereka melihat plesiosaurus dari pantai Victorian Australia akhir-akhir ini. Mungkin benar bahwa monster Loch Ness (jika monster ini benar-benar ada) adalah seekor variasi dari Plesiosaurus (dinosaurus yang hidup di air) yang masih hidup sampai sekarang. Bukan hal yang memalukan bagi kaum kreasionis jika seseorang menemukan Tyrannosaurus rex hidup di hutan. Tetapi hal ini jelas-jelas akan memalukan bagi seorang evolusionis.
Plesiosaurus (dinosaurus yang hidup di air)
Tyrannosaurus rex hidup di hutan
DINOSAURUS DI DALAM ALKITAB: LEWIATAN(REPTIL LAUT) DAN BEHEMOT
Apakah dinosaurus terdapat juga dalam buku yang paling tua, yang pernah ditulis oleh manusia, yang masih ada sampai kini ?
Alkitab berkata, "Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar" (Kejadian 1:21) . Allah melukiskan salah satu binatang laut itu kepada Ayub (kira-kira 2.000 tahun SM). Dalam bahasa Yunani makhluk itu disebut lewiatan (Ayub 40:20), dan Alkitab bahasa Indonesia menyebutnya buaya. Makhluk ini sangat besar dan kuat, sehingga orang tidak dapat menangkapnya dengan kail, atau melukainya dengan pedang atau lembing (Ayub 41:17). Sebenarnya kita tidak tahu jelas makhluk laut apa yang Allah maksudkan dalam kitab Ayub ini. Tapi Allah berkata, "Tidak ada taranya di atas bumi, itulah makhluk yang tidak mengenal takut" (Ayub 41:24).
Nampaknya mustahil ada makhluk yang dapat menyemprotkan lidah api dari mulutnya. Tapi Alkitab berkata, "Dari dalam mulutnya keluar suluh dan berpancaran bunga api" (Ayub 41:10). Berdasarkan ayat ini tidaklah salah berpendapat bahwa makhluk raksasa itu bukanlah buaya. Dan belum pernah ada buaya atau binatang reptil lainnya yang menyemburkan bunga api dari mulutnya. Kita mengenal dan mengagumi kunang-kunang. Kita tahu, bila malam tubuh kunang-kunang memancar berkelip-kelip sinar jernih benderang. Itu merupakan bukti nyata, bahwa ‘menyemburkan’ api bukanlah mustahil bagi makhluk ciptaan Allah. Kita juga mengenal cerita naga yang menyemburkan api dari mulutnya, dari mana ide naga yang menyemburkan api jika hal ini hanya khayalan manusia ?
Alkitab melaporkan bahwa Allah berfirman kepada Ayub, "Perhatikan kuda Nil, yang telah Ku-buat seperti juga engkau" (Ayub 40:10).
Dalam Alkitab bahasa Ibrani yang disebut bukanlah kuda Nil, melainkan BEHEMOT. Artinya binatang raksasa yang luar biasa besarnya dan luar biasa kuatnya. Allah mengatakan bahwa Behemot itu mempunyai tulang-tulang seperti pembuluh tembaga. Kerangka tubuhnya seperti batang besi, dan ekornya seperti pohon aras (lihat Ayub 40:11-19).
Gambaran itu menyatakan bahwa binatang yang dimaksud bukanlah kuda Nil dan bukan pula gajah karena ekor mereka tidak sebesar kayu aras (kayu libanon, yang besar-besar) . Dan para ahli (dari kaum kreasionis. Ct. Henry M. Morris) percaya bahwa BEHEMOT itu adalah dinosaurus, binatang raksasa yang sangat menakjubkan.
Allah menyuruh Ayub ke Sungai Yordan memperhatikan makhluk luar biasa ini. Allah berfirman, "Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar" (40:18). Pada musim semi, salju di Gunung Libanon – kira-kira 80 km di utara dari Sungai Yordan – mencair. Luapan air cairan salju itu, deras menggemuruh turun ke Sungai Yordan. Sungai yang biasanya tenang itu, berubah menjadi ganas. Tapi gemuruh air sungai ini, sama sekali tidak mengusik dinosaurus yang berleher panjang. Alkitab berkata, "Ia tetap tenang, walaupun Sungai Yordan meluap melanda mulutnya" (Ayub 40:18b).
BEHEMOT cukup mengangkat kepalanya lebih tinggi sedikit, untuk menahan dan melahap pohon yang dihanyutkan luapan air.
Allah menyuruh Ayub memperhatikan dinosaurus – makhluk raksasa itu. Itu berarti dinosaurus pernah hidup di bumi pada zaman Ayub.
KAPAN DINOSAURUS DICIPTAKAN?????
Pada hari ke-5 Allah mulai mengisi bumi dengan binatang-binatang. Alkitab berkata, "Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air" (Kejadian 1:21). ‘Binatang-binatang laut yang besar’ itu termasuk Lewiatan raksasa. Itu disebut dalam Ayub pasal 41 dan Mazmur 104:26. Allah juga menciptakan ikan-ikan paus dan jenis ikan-ikan besar. Kejadian 1:21 mengatakan bahwa ‘segala jenis burung yang bersayap’ juga diciptakan pada hari ke-5.
Pada hari ke-6, yakni hari terakhir penciptaan, "Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi’. Ingatlah, dinosaurus juga termasuk binatang melata. Lalu "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya … laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka" (Kejadian 1:25,27).
Banyak orang tidak mempercayai apa yang Allah katakan tentang penciptaanNya atas makhluk-makhluk melata. Mereka berpendapat bahwa binatang berasal dari zat kimia dalam air, melalui proses evolusi yang memerlukan ribuan juta tahun. Allah yang mengetahui segala sesuatu sebelum hal itu terjadi, tahu persis bahwa manusia tidak akan mempercayai Dia. Mungkin itulah sebabnya Allah sampai tiga kali menegaskan kepada kita (kejadian 1:24,25,26), bahwa Ia menjadikan semua makhluk melata pada waktu yang sama, ketika Ia menciptakan manusia – laki-laki dan perempuan.
Allah menciptakan dinosaurus darat termasuk Behemot perkasa, pada hari ke-6 penciptaan-Nya (Ayub 40:15). Pada mulanya Allah menciptakan mereka jinak, sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan. Alkitab berkata, "…kepada segala binatang di bumi … yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya" (Kejadian 1:30). Pada mulanya segala makhluk itu makan tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, dan buah-buahan. Mereka tidak saling memangsa. Tapi setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, banyak binatang menjadi pemakan daging.
MENGAPA DINOSAURUS PUNAH????
Ada beberapa kemungkinan yang dikemukakan baik oleh para evolusionis maupun dari orang lain. Mereka berkata ada satu benda raksasa dari luar angkasa jatuh menghantam lautan, mengakibatkan punahnya beberapa makhluk laut. Mereka mengatakan juga, bahwa kemudian ada benda lain yang membentur bumi, sehingga menyebabkan dinosaurus-dinosaurus berangsur-angsur punah. Yang lain mengatakan bahwa punahnya dinosaurus akibat radiasi dari bintang yang meledak. Ada lagi yang mengatakan akibat wabah virus dinosaurus. Ada yang mengatakan akibat serangan diare, hujan meteor (lihat majalah Time edisi 6 May 1985), dsb.
MENURUT KAUM KREASIONIS.
Bumi kita yang sekarang ini sangat berbeda dari bumi pra-Air Bah. Allah menempatkan lapisan uap air di atas atmosfir di sekeliling bumi (Kejadian 1:6-8). Adam, Kain, Nuh dan orang lain yang hidup sebelum zaman Air Bah, tidak dapat melihatnya. Lapisan uap air itu tidak terlihat oleh mata kita. Kita dapat melihat matahari pada siang hari, bulan dan bintang-bintang pada malam hari. Tapi kita melihatnya melalui pantulan lapisan uap air itu.
Lapisan uap air itu adalah bagian dari rencana agung Allah. Lapisan uap air itu menjaga dan memelihara penguapan suhu bumi. Karena itulah pada zaman itu tidak ada daerah yang terus menerus dingin di bumi, bahkan di Kutub Utara atau di Kutub Selatan. Suhu udara di seluruh bumi tetap sama sepanjang tahun. Cuaca yang hangat dan lembab, mirip sekali dengan udara dalam rumah kaca zaman sekarang, kalau kita masuk ke dalamnya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa sinar ultra-violet dari matahari berbahaya bagi kehidupan setiap makhluk di bumi. Selama 1,600 tahun lapisan uap yang tidak kelihatan itu melindungi bumi dari sinar ultra-violet . Karena perlindungannya itu tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang dan manusia dapat hidup lebih lama, dan bisa bertumbuh lebih besar daripada keadaan zaman sekarang ini. Sebagai contoh adalah buah-buahan yang dihasilkan di rumah kaca biasanya lebih besar daripada yang dihasilkan di kebun.
Ketika Allah memberi tahu Nuh, bahwa hujan lebat akan turun, maksud-Nya ialah lapisan uap air itu berubah menjadi air hujan. Maka hujan lebat pun turun. Firman Allah melukiskan hujan itu demikian "… terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit" (Kejadian 7:11). Air Bah itu sebagian besar disebabkan oleh curahan air yang dahsyat dari langit ke bumi.
Kemudian datanglah air bah. Tetapi Allah melindungi ciptaannya dengan menyediakan satu bahtera yang menyelamatkan satu keluarga, dan juga segala jenis makhluk yang bernafas.
Ketika keluarga Nuh dan semua makhluk binatang itu keluar dari bahtera, dinosaurus-dinosaurus muda menyaksikan satu bumi yang sangat berbeda dari bumi yang mereka pernah huni sebelumnya. Gunung-gunung terjal, seperti Gunung Alpo dan Himalaya, muncul pada daerah pegunungan yang jauh lebih datar sebelumnya. Ngarai-ngarai curam terbentuk oleh arus air deras, yang mengkikis tanah lunak. Laut yang dangkal berubah menjadi samudera yang dalam, seperti yang kita kenal pada zaman sekarang ini.
Barangkali bumi memiliki lebih banyak tanah daratan, dan lebih banyak lahan bagi tumbuh-tumbuhan dan makhluk-makhluk binatang sebelum Air Bah. Setelah zaman itu, tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh sesubur dan serimbun sebelumnya. Demikian pula rawa-rawa semakin langka. Padang gurun mulai ada, sehingga sebagian dinosaurus sulit mendapat makanan. Karena kekurangan bahan makanan, banyak dinosaurus mungkin mati kelaparan. Sementara dinosaurus herbivora mulai punah, dinosaurus karnivora terancam punah pula.
Radiasi sinar matahari mulai merusak segala yang hidup. Sebab sinar ultra-violet yang berbahaya tidak lagi ditapis oleh lapisan uap air di cakrawala. Akibatnya, masa hidup tumbuh-tumbuhan dan makhluk binatang semakin pendek. Ini berarti dinosaurus tidak sempat bertumbuh sampai menjadi raksasa seperti dahulu.
Cuaca bumi berubah begitu jauh setelah Air Bah. Cuaca di seluruh bumi tidak lagi hangat atau pun lembab. Beberapa bagian dunia bahkan sangat dingin. Mungkin sebagian dinosaurus tidak dapat menyesuaikan diri karena perubahaan cuaca ini, sehingga mati kedinginan. Jadi kesimpulannya banyak dinosaurus yang punah karena habitatnya berubah dan suhu bumi berubah sehingga mereka tidak dapat bertahan hidup. Ada yang masih bertahan hidup sampai jaman Ayub dan ada yang masih bertahan hidup sampai sekarang.
DINOSAURUS DALAM BAHTERA NUH, APA MUAT?????
Apakah semua binatang dapat masuk ke bahtera Nuh(http://seputartentangalkitab.blogspot.com/2011/02/bagaimana-mungkin-semua-binatang-masuk.html), termasuk dinosaurus ? Bagaimana Nuh dapat mengangkut jutaan spesies binatang dalam bahtera ? Di mana ia menempatkan Brachiosaurus yang tingginya 50 kaki dan berat 80 ton ? Tidak perlu menempatkan dinosaurus dewasa yang besar itu dalam bahtera. Untuk menjaga kelangsungan jenisnya dapat dilakukan dengan cara membawa bayi dinosaurus. Hal ini memudahkan masalah tempat tinggal mereka di bahtera. Lebih jauh lagi, jutaan spesies tidak dimasukkan ke dalam bahtera. Alkitab menyatakan bahwa Allah memerintahkan untuk membawa sepasang setiap jenis binatang darat dan udara kecuali binatang tidak haram yang digunakan untuk korban yaitu sebanyak 7 pasang. Saat ini ada sekitar 20.000 spesies dari binatang darat dan udara yang masih hidup (seperti mamalia, burung, reptil, dan amfibi). Kalau kita mengasumsikan ada 20.000 spesies yang punah, maka berarti ada 40.000 species yang dimuat, atau kira-kira ada 80.000 binatang yang masuk ke dalam bahtera.
Beberapa binatang besar, tetapi kebanyakan dari mereka, seperti tikus, kadal, dan burung, cukup kecil. Ukuran rata-rata binatang-binatang ini kira-kira sebesar ukuran domba. Bahtera Nuh panjangnya kira-kira 450 kaki, tingi 45 kaki, dan lebar 75 kaki. Hal ini berarti, dengan 3 dek, bahtera ini mempunyai lantai seluas lebih dari 100.000 kaki persegi. Kedelapan puluh ribu binatang ini dapat disangkarkan dalam area sebesar 50.000 kaki persegi, menyebabkan separuh ruang lainnya dapat digunakan untuk menyimpan makanan, udara, tempat tinggal untuk Nuh dan keluarganya, dan lain-lain. Mungkin Allah menyebabkan sebagian binatang berhibernasi (tidur selama musim dingin/tidak aktif selama suatu periode tertentu), untuk meminimalkan perawatan mereka. Air bah dilimpahkan ke bumi oleh Allah, dan dengan keinginanNyalah Nuh, keluarganya, dan sepasang binatang darat, udara dapat selamat, termasuk dinosaurus.
DINOSAURUS MASA KINI
Walaupun reptil raksasa sudah punah (mungkin ada yang masih tersisa dan tidak pernah ditemukan manusia), ada beberapa reptil kecil masih hidup sampai sekarang ini. Kita tidak tahu pasti mengapa jenis reptil kecil ini bisa bertahan hidup. Mungkin mereka dapat menyesuaikan diri pada dunia sekitarnya yang sudah berubah. Makhluk-makhluk itu dikatakan "kecil" karena dibandingkan dengan dinosaurus raksasa yang beberapa ton beratnya. Namun demikian di antara makhluk melata yang bertahan hidup ini, ada yang ratusan kilogram beratnya.
KOMODO
Di Pulau Komodo, Indonesia, hidup satu jenis kadal terbesar di dunia, yakni Komodo. Sayang, hanya sekitar seribu ekor komodo yang masih hidup sekarang ini.
Komodo mirip naga-naga pada lukisan zaman abad pertengahan. Satu-satunya hal yang membedakan Komodo dari naga, ialah Komodo tidak menyemburkan lidah api dari lubang hidungnya seperti naga dalam gambar itu.
Kulit Komodo hitam mengkilat.. Cakar-cakar Komodo panjang dan tajam. Kepalanya seperti berketopong baja. Lidahnya panjang dan berbilah, mirip lidah ular.
Komodo dapat bertumbuh sepanjang hampir 3 meter dan beratnya kira-kira 136 kg. Mereka suka menyantap bangkai binatang, seperti rusa, babi hutan, kambing dan kerbau. Komodo dewasa bergerak lamban di darat, Komodo kecil bergerak gesit, lincah seperti kera. Demikian lincahnya, Komodo kecil pandai memanjat pohon. Belum banyak yang kita ketahui tentang kebiasaan hidup Komodo, sehingga banyak perihal makhluk ini masih merupakan misteri besar.
MONA IGUANA
Di Pulau kecil Kariben hidup satu jenis kadal besar. Melihat rupanya, timbul dugaan bahwa kita sedang berhadapan dengan satu makhluk mistik dalam lukisan Mesir kuno. Kadal ini dinamai Mona Iguana sesuai nama tempat asalnya, yakni Pulau Mona kecil berbentuk buncis. Pulau Mona terletak di antara Puerto Rico dan Republik Dominika.
Kaki Kadal Mona Iguana pendek dan gemuk, begitu pula ekornya sangat pendek. Tubuhnya besar berkeriput. Kepalanya besar, ditutupi oleh benjolan-benjolan besar. Sebuah cula yang bertengger di moncongnya membuatnya nampak buas dan garang.
Walaupun makhluk ini nampak buas, ia sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia ataupun bagi makhluk-makhluk binatang lainnya. Mona Iguana adalah pemakan tumbuh-tumbuhan. Salah satu makanan kesukaannya ialah buah manchineel. Buah itu dapat mengakibatkan penyakit mendadak, bahkan kematian bagi manusia yang memakannya. Mona Iguana tidak harus makan setiap hari.
Sekitar 95 persen dari waktu siangnya, Mona Iguana beristirahat di dalam tanah. Berada di dalam tanah melindungi kadal ini dari pertarungan dengan musuh, memelihara kestabilan suhu tubuhnya, menghemat cairan dalam tubuhnya, dan menghemat tenaganya.
KURA-KURA GALAPAGOS
Kura-kura besar ini berasal dari Pulau Isabela di Lautan Pasifik. Pulau Isabela termasuk kepulauan Galapagos, 965,4 kilometer di sebelah barat dari Ekuador, Amerika Selatan.
Reptil berbentuk kubah ini terkenal sebagai makhluk berdarah dingin terberat di dunia. Kura-kura jantan ada yang beratnya sampai 272 kg. Berat kura-kura betina memang jarang yang lebih dari 136 kg. Usia makhluk ini dapat mencapai 150 tahun.
Kura-kura Galapagos suka hidup santai. Setiap hari ia tidur kira-kira 16 jam. Ia bangun pukul 7 atau 8 pagi, kemudian berjemur di bawah matahari dua-tiga jam lamanya, sampai badannya yang besar itu terasa hangat. Pada sisa waktu hari itu ia mungkin bergerak beberapa meter saja untuk mencari makanan.
Makanan makhluk raksasa ini aneka macam dan agak aneh. Ia melahap jelatang dan buah per berduri. Seperti reptil Mona Iguana, ia menyukai buah-buahan beracun yang berbahaya bagi manusia.
Kura-kura ini tidur pukul 4 atau 5 sore. Supaya tubuhnya tetap hangat sepanjang malam, ia membenamkan setengah tubuhnya dalam lumpur. Lumpur itu juga melindunginya dari serangan nyamuk. Esok harinya lumpur yang melekat pada tubuhnya mengering dan melindunginya dari serangan kutu-kutu kecil yang suka menyelusup ke dalam celah-celah kulitnya.
Jika kutu-kutu kecil menyelinap ke dalam tungkainya yang panjang dan berkerut, ke kepala atau kakinya, ia cukup menjulurkan bagian tubuhnya itu dan membiarkan burung kutilang mematuk habis kutu-kutu itu. Allah mengatur makhluk-makhluk binatang sedemikian rupa supaya mereka dapat saling menolong.
Sekitar 5 jam lamanya kura-kura betina yang akan bertelur menggali, mengukur dan membentuk satu lubang. Kemudian dalam waktu kurang lebih 20 menit, ia bertelur sebanyak 17 butir. Selesai mengerami telur-telur itu, sang induk menata ulang letak telur-telurnya dalam susunan melintang di dasar lubang. Kemudian ia melapisi bagian atas telur-telur itu dengan lumpur agar telur-telur itu tidak kedinginan di malam hari dan tidak kepanasan di siang hari. Telur-telur itu menetas mulai dari 3 sampai 8 bulan kemudian, tergantung kepada keadaan suhu udara.
Selama satu sampai lima hari, bayi kura-kura bergumul memecahkan kulit telurnya. Kemudian bayi itu harus mengorek sarang lumpurnya yang sudah mengeras untuk dapat keluar. Umumnya bayi kura-kura berhasil keluar setelah beberapa minggu, namun tidak dapat menunggu berminggu-minggu untuk mendapat makanannya. Jadi apakah yang membuat bayi kura-kura tidak mati kelaparan? Allah menciptakan satu kantong kuning telur yang melekat pada perut bayi kura-kura itu. Kantong kuning telur itu menyediakan makanan bagi bayi kura-kura selama 7 bulan bila perlu. Setelah berhasil keluar, bayi kura-kura bebas berkeliaran seperti buldoser mini yang beratnya sekitar 1 ons.
Disalin dari :
1.Gish, Duane T., 1990, The Amazing Story of Creation from science and the Bible, Institute for Creation Research, El Cajon.
2.Ham, Ken, Andrew Snelling, Carl Wieland, 1992, The Answers Book, Master Books, El Cajon.
3.Hammond, Jeff, Charles Pallaghy, 1992, Alkitab & Ilmu Pengetahuan, Immanuel, Jakarta.
4.Whitcomb, Norma A. , 1992, Misteri Dinosaurus, OMF, Jakarta.
A. APAKAH YANG TERJADI DENGAN DINOSAURUS?
INTRODUKSI
Kalau kita melihat film Jurassic Park dan The Lost World maka kita akan menyaksikan dinosaurus-dinosaurus yang telah digambarkan dengan begitu menarik oleh Steven Spielberg. Namun apakah sebenarnya dinosaurus itu ?
Sekarang ini setiap orang sudah mendengar mengenai dinosaurus. Dari anak-anak sampai orang dewasa telah melihat gambar mereka dan banyak orang mengira dinosaurus-dinosaurus itu telah punah 65 juta tahun sebelum manusia ada di bumi. Pandangan mengenai dinosaurus ini sangat berhubungan erat dengan teori evolusi.
Para penganut paham evolusi mengatakan bahwa dinosaurus pernah hidup di bumi ini antara 65 sampai 230 juta tahun yang lalu. Dinosaurus ditemukan hanya di 3 kolom geologis yaitu : Triassic, Jurassic, dan Cretaceous. Evolusionis menamakan tiga lapisan tanah tersebut dengan nama zaman Mesozoic. Itulah zaman yang mereka berikan untuk zaman dinosaurus. Menurut mereka makhluk-makhluk ini punah pada akhir zaman Mesozoik (Cretaceous). Teori evolusi mengajarkan bahwa dinosaurus sudah punah kira-kira 65 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi.
Pandangan dari teori evolusi berbeda dari para ilmuwan yang percaya pada teori penciptaan. Ilmuwan yang percaya pada teori penciptaan tersebut berpendapat bahwa dinosaurus tidak punah 65 juta tahun yang lalu namun hidup bersama-sama dengan manusia. Dinosaurus diciptakan oleh Tuhan dan bukan melalui evolusi reptil.
SEJARAH PENEMUAN DINOSAURUS
Tulang-tulang mereka sangat besar ketika ditemukan tahun 1677 oleh Dr. Robert Plot. Tulang-tulang itu dikira adalah tulang gajah raksasa. Nama pertama yang diberikan kepada binatang ini adalah Scrotum humanum. Hal ini terjadi 2 abad sebelum nama "dinosaurus" dimunculkan.
Pada 1822, Mary Anne Mantell berjalan-jalan di sebuah jalan raya di Sussex. Berdasarkan tradisi, ia menemukan sebuah tulang yang berkilau ditimpah sinar matahari, dan membawa pulang tulang tersebut untuk ditunjukkan kepada suaminya Dr. Gideon Mantell, dokter Inggris dan pemburu fosil amatir. Dr Mantell mengumumkan bahwa tulang tersebut mempunyai sebuah gigi yang lebih besar dari reptil modern. Ia menyimpulkan bahwa tulang ini adalah tulang reptil pemakan tumbuhan yang sudah punah dengan gigi seperti seekor iguana. Pada tahun 1825, Dr Mantell menamakan fosil tersebut Iguanodon (gigi iguana). Dr. Mantelllah yang mempopulerkan jaman reptil-reptil. Tahun 1841 anatomis dan paleontologis Inggris, Sir Richard Owen, yang secara kebetulan adalah lawan terkuat Charles Darwin, menemukan kata "dinosaurus". Secara teknis, dinosaurus menunjuk pada makhluk raksasa yang menyerupai reptil yang hidup di darat bukan di air. Kata ini berarti "kadal yang mengerikan". Tulang rahang Tyrannosaurus rex, panjang 6 kaki dengan gigi 6 inchi panjangnya, tentunya cocok dengan nama "kadal yang mengerikan".
DINOSAURUS - DICIPTAKAN ATAU BEREVOLUSI????
Sejak penemuan Dr. Mantell, fosil-fosil dinosaurus telah ditemukan di beberapa benua di dunia, dari jauh ke utara seperti Alaska dan jauh ke selatan seperti Antartika. Dinosaurus itu ada dalam berbagai ukuran, bentuk, dan jenis. Fosil-fosil dinosaurus merupakan studi kasus yang menarik untuk membuktikan penciptaan atau teori evolusi. Ada berbagai jenis dinosaurus. Beberapa berukuran kecil seperti ayam dan yang lain ada yang berukuran sangat besar sehingga beratnya kira-kira 8 ton. Banyak dari antara dinosaurus tersebut mempunyai struktur tulang yang lain dari biasanya. Karena itu, jika dinosaurus berevolusi dari sekitar 230 juta tahun yang lalu, dimulai dari sejenis reptil (menurut kepercayaan evolusionis), maka harus ada ribuan makhluk perantara. Selama jangka waktu tersebut, jutaan dinosaurus hidup dan mati. Kalau teori evolusi benar, museum-museum dapat menampilkan ribuan bentuk transisi reptil–dinosaurus yang tak dapat dibantah. Jika penciptaan benar, setiap jenis dinosaurus muncul dalam bentuk yang sudah jadi dari sejak permulaan dicipta, tidak ada jenis fosil perantara yang mengisyaratkan bahwa dinosaurus ini berevolusi dari seekor nenek moyangnya.
Fosil-fosil dinosaurus menunjukkan dengan sangat jelas bahwa tiap satu jenis dinosaurus yang ditemukan sudah dalam bentuk utuh, tidak ada bukti bahwa binatang ini berevolusi dari jenis makhluk sebelumnya.
BRONTOSAURUS, KESALAHAN REKONSTRUKSI
Kalau kita mengunjungi musim kelas dunia, kita akan menemukan banyak sekali bukti mengenai dinosaurus. Tulang-tulang dan tengkorak telah digali dari bumi dan semuanya menunjukkan adanya makhluk hidup yang sangat besar yang pernah hidup di bumi. Tetapi ketika tulang-tulang itu disusun, ilmuwan tidak selalu membuat rekonstruksi yang akurat. Setiap orang telah mendengar atau melihat gambar Brontosaurus dengan lehernya yang panjang, tetapi tidak banyak orang yang tahu bahwa Brontosaurus itu adalah sebuah kesalahan. Ilmuwan-ilmuwan menemukan bahwa mereka telah menaruh fosil kepala yang salah pada fosil badan yang salah pula. Dua peneliti dari Institut Carnegie telah membuktikan bahwa tulang-tulang Brontosaurus di 5 museum utama, termasuk di museum Carnegie sendiri, telah menaruh kepala yang salah. Kedua orang itu, pada tahun 1979, telah memberitahukan media cetak bahwa deskripsi yang diberikan oleh Dr. O.C. Marsh, ahli fosil yang terkenal dari Yale, berdasarkan data tulang kepala yang salah.
Dalam artikel "Scientist Claim Brontosaurus Given Wrong Head" (Pittsburgh: Associated Press, October 10, 1979), Berman menjelaskan bahwa Marsh sebenarnya mengunakan tulang kepala yang ditemukan 3 atau 4 mil jauhnya dari tulang badannya. Tetapi tidak ada orang yang mengetahuinya. Marsh tidak memberitahukan hal ini dalam artikelnya. Tidak ada bukti bahwa tulang kepala ini ada hubungannya dengan Brontosaurus. Anda dapat mencek hal ini dalam Marsh’s Dinosaurus yang ditulis John H. Ostrom dan John S. McIntosh (New Have, Connecticut: Yale University Press, 1966), halaman 244.
Kemudian setelah diberikan kepala yang baru pada Brontosaurus maka makhluk itu lebih menyerupai Diplodocus. Kepala yang salah itu sebenarnya milik dinosaurus yang telah ditemukan sebelumnya yaitu Apatosaurus. Kesimpulannya adalah Brontosaurus tidak pernah ada. Karena alasan itu maka Brontosaurus tidak disebut dalam The New Dinosaur Dictionary karangan Donald. F. Glut (Citadel Press, Secaucus, New Jersey, 1982).
REKONSTRUKSI DINOSAURUS
Sangat penting untuk diketahui bahwa pada saat ilmuwan mengali sejumlah tulang-tulang, mereka tidak menemukan tulang tersebut beserta dagingnya. Walaupun mereka menemukan semua tulang-tulangnya secara lengkap (dan biasanya lebih sering ditemukan hanya beberapa bagian saja), mereka hanya mempunyai data 40 persen untuk menjelaskan bagaimana rupa makhluk tersebut. Tulang-tulang itu tidak menceritakan bagaimana warna binatang itu atau apa yang ia makan. Sedikit sekali bukti fosil mengenai makanan dinosaurus. Tetapi Komsognatus, Barioniks, dan Hadrosaurus merupakan pengecualian karena isi perutnya ada yang ditemukan dalam bentuk fosil yang masih utuh. Bukti bahwa Deinonikhus memangsa Tenontosaurus juga ditemukan. Makanan kebanyakan dinosaurus hanya dapat diduga-duga saja berdasarkan data yang didapat oleh para peneliti dari gigi dinosaurus yang telah menjadi fosil. Gigi-gigi tajam yang dimiliki hanya menjelaskan bagaimana ia merobek makanannya tetapi bukan makanan apa yang dirobeknya. Ketika merekonstruksi dinosaurus yang besar dari sisa-sisa tulang, ilmuwan membuat berbagai asumsi. Seperti, beberapa pernyataaan mengenai apa yang dinosaurus lakukan atau di mana mereka tinggal adalah penuh dengan dugaan-dugaan belaka. Dalam film The Lost World dibicarakan mengenai tingkah laku Dinosaurus. Makhluk liar hasil cloning ini bisa mencium bau asap rokok dari jarak beberapa mil, punya intelegensi yang tinggi, menjaga dan memelihara bayinya, bisa balas dendam, dsb. Tidak satu pun dari hal-hal tersebut yang bisa diketahui dari fosil tulang belulang dinosaurus.
UNENLAGIA COMANUENSIS (NOVAS, 1997)
Sebagai contoh mari kita meneliti fosil Unenlagia comahuensis yang ditemukan oleh paleontologi Fernando Novas yang dimuat di harian Kompas, Senin, 26 Mei 1997. Dari tulang yang ada maka ia mencoba menyusun suatu makhluk dinosaurus yang nantinya berevolusi menjadi burung.
Gambar di dalam diatas menjelaskan bagaimana rekonstruksi tulang sehingga menjadi bentuk dinosaurus. Warna putih menggambarkan tulang yang ditemukan sedangkan gambar hitam menunjukkan gambar rekonstruksi. Saudara dapat menemukan bagaimana tulang yang sangat sedikit itu direkonstruksi menjadi dinosaurus yang lengkap. Bagaimana ia dapat menggambarkan kepala dinosaurus lengkap dengan giginya yang tajam sedangkan tidak ditemukan tulang kepala beserta giginya. Bagaimana ia menerka panjang lehernya sedangkan tulang lehernya tidak ditemukan. Bagaimana ia menerka panjang ekornya sedangkan tulang ekornya tidak ditemukan. Mungkin saja ia berekor pendek, sedangkan makhluk itu direkonstruksi berekor panjang. Bagaimana ia merekonstruksi lengan bawah lengkap beserta jari-jarinya sedangkan yang ditemukan hanya tulang lengan atas. Jelas disini bahwa ilmuwan menggunakan daya imajinasinya (yang mungkin salah) untuk merekonstruksi tulang belulang yang ia temukan. Bentuk dari dinosaurus ini saja masih perlu kita pertanyakan apalagi jika diduga bahwa dinosaurus ini berevolusi menjadi burung.
BENARKAH ARCHAEOPTERYX ADALAH NENEK MOYANG BURUNG
fosil Archaeopteryx
Archaeopteryx/Arkheopteriks adalah burung. Ia mempunyai kaki-kaki yang dapat mencengkeram, sayap-sayap seperti burung, bulu-bulu seperti bulu burung modern, tempurung kepala seperti burung, dan sebuah furcula (tulang selangka burung). Selain itu, ia terbang! Lebih jauh lagi, walaupun fosil Archaeopteryx pertama kali ditemukan 1861, fosil-fosil lain yang ditemukan sejak saat itu tidak ada satu pun yang menunjukkan bentuk transisi antara reptil dan Archaeopteryx atau antara Archaeopteryx dan burung-burung. Jika reptil berevolusi menjadi burung maka akan ditemukan ribuan makhluk transisi yang hidup dan mati, yang meninggalkan jejak dalam bentuk fosil.
Walaupun bukti yang memberatkan dan bertentangan ini ada namun banyak evolusionis mempertahankan pendapat bahwa Archaeopteryx adalah bentuk transisi antara reptil dan burung. Mereka menunjuk pada bukti bahwa burung ini mempunyai cakar di kedua sayapnya, gigi, dan beberapa ciri khas yang tampak seperti reptil. Beberapa orang menyatakan bahwa ciri khas ini mengindikasikan bahwa Archaeopteryx berevolusi dari reptil. Tetapi, beberapa burung purba mempunyai gigi. Dengan bukti yang sama juga ternyata banyak burung purba yang tidak mempunyai gigi. Intinya adalah tidak ada fosil yang ditemukan yang menyatakan terjadinya kehilangan gigi secara terus-menerus/perlahan-lahan hilang pada burung-burung. Mereka ada yang mempunyai gigi dan ada yang tidak! Hal ini tidak mengejutkan karena hal ini juga terjadi pada beberapa binatang bertulang belakang lainnya. Beberapa ikan mempunyai gigi, beberapa amfibi mempunyai gigi, dan beberapa reptil mempunyai gigi. Tetapi ada ikan, dan amfibi, dan reptil yang tidak punya gigi! Kebanyakan mamalia punya gigi, tetapi beberapa tidak. Keberadaan atau ketidakberadaan gigi tidak mengkonfirmasi atau menyangkal teori evolusi atau penciptaan.
Apakah adanya cakar pada sayap membuktikan transisi reptil dan burung ? Tidak, karena ada paling sedikit 3 burung yang hidup sekarang yang juga mempunyai cakar di sayapnya. Hoatzin, burung yang hidup di Amerika Selatan, mempunyai cakar di sayapnya ketika masih muda. Hal ini juga terjadi pada touraco, burung yang hidup di Afrika. Ostrich mempunyai 3 cakar pada sayapnya, tetapi tidak ada satu pun yang berani mengusulkan bahwa ketiga burung ini adalah binatang perantara reptil dan burung karena mereka hidup pada saat ini.
Beberapa tahun lalu, paleontologis (ahli fosil) menemukan fosil dari burung modern dan menyimpulkan, dari bukti, bahwa burung modern itu hidup pada waktu yang sama dengan Archaeopteryx. Archaeopteryx tidak bisa menjadi nenek moyang burung jika burung modern dan Archaeopteryx hidup pada waktu yang bersamaan.
Baru-baru ini, paleontologis menemukan fosil-fosil dari seekor burung di Texas yang diduga hidup 75 juta tahun sebelum Archaeopteryx. Jika kita mengikuti pola pikir evolusionis maka burung ini seharusnya lebih menyerupai reptil daripada Archaeopteryx. Tetapi makhluk ini lebih menyerupai burung daripada Archaeopteryx! Ilmuwan yang percaya teori penciptaan menyimpulkan bahwa Archaeopteryx bukan seekor binatang perantara reptil dan burung, tetapi adalah burung, khusus diciptakan Tuhan dan terpelihara untuk kita dalam bentuk catatan fosil.
BENARKAH DINOSAURUS PUNAH 65 JUTA TAHUN YANG SEBELUM MANUSIA BEREVOLUSI????
Mari kita melihat bukti secara ilmiah di Sungai Paluxy (http://southwestpaddler.com/docs/brazos10.html), dekat Glen Rose, Texas, Amerika Serikat. Ken Ham dan John Mackay dari Creation Science Foundation telah datang melakukan kunjungan ke Paluxy untuk menyelidiki sisa-sisa bekas peninggalan yang ditemukan orang sebagai bukti yang meyakinkan tentang adanya bekas jejak kaki manusia di tengah-tengah bekas jejak kaki dinosaurus. Jika dinosaurus sudah punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi maka bagaimana mungkin ada jejak dinosaurus bersama jejak manusia di lapisan tanah yang sama. "Kami juga menemukan bukti-bukti tambahan di Sungai Paluxy yang dapat menghapus paham evolusi mengenai skala waktu geologis. Pada lapisan yang paling atas dari batu-batuan di sungai itu, yang diperkirakan usianya oleh para ahli kaum evolusi hanya berusia 25 juta tahun, dengan jelas sekali kami menemukan bekas jejak kaki dinosaurus. Menurut paham kaum evolusi fosil-fosil ini mestinya tidak boleh terdapat pada lapisan yang paling atas (yang berusia 25 juta tahun) karena binatang dinosaurus sudah punah sejak 65 juta tahun lalu. Jadi, dengan menggunakan metode perhitungan waktu (skala waktu geologis) yang dipergunakan oleh kaum evolusi sendiri, yang juga mengabaikan adanya bekas jejak kaki manusia, maka sisa-sisa fosil di Sungai Paluxy itu telah menaklukan paham evolusi mengenai skala waktu geologis (maksudnya skala waktu geologis tidak akurat dan salah)!"
Dr. Clifford Wilson, seorang pengarang buku terkenal dari kota Melbourne dan ahli ilmu purbakala yang tersohor, "pada hakekatnya telah membuat penggalian dan menemukan bekas jejak kaki di sekitar Sungai Paluxy dan telah menemukan bekas jejak kaki manusia." Letter, 5 April 1984.
Dr. John D. Morris dalam bukunya Tracking Those Incredible Dinosaurus menyatakan bahwa 1) jejak dinosaurus dan bekas kaki manusia telah ditemukan untuk pertama kalinya dan dibuat fotonya dalam tahun 1908. 2) Jejak kaki manusia telah ditemukan pada kurang lebih 20 tempat di sekitar Sungai Paluxy sehingga memberikan bobot bukti yang meyakinkan sekali. 3) Bekas jejak kaki manusia yang ditemukan oleh rombongan Leaky di Afrika Timur dan diterima secara luas oleh kaum evolusionis sebagai penemuan yang murni adalah tidak begitu jelas seperti penemuan Sungai Paluxy, yang justru telah ditolak oleh mereka karena mereka menganggap manusia itu tidak mungkin hidup sezaman dengan dinosaurus.
Dennis R Petersen, M.A. (Master of Art in Museum Administration) dalam bukunya Unlocking The Mysteries of Creation halaman 143 menyatakan ada beberapa puzzle misteri di Sungai Paluxy. Beberapa jejak seperti jejak beruang dan kucing telah ditemukan juga di sana. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana mungkin binatang-binatang ini (yang mestinya belum berevolusi) kembali ke masa jutaan tahun sebelumnya yaitu di zaman dinosaurus. Atau mereka hidup pada zaman yang sama dengan dinosaurus ?
Pada halaman terdepan dari surat kabar harian Sydney Morning Herald, edisi sore, tanggal 21 November 1983, terdapat sebuah laporan berupa berita yang sangat berkaitan dengan masalah jejak manusia dan dinosaurus. Penemuan ini mungkin merupakan hal yang paling penting yang datangnya dari sebuah kantor berita negara komunis yang tidak ber-Tuhan: "Sebuah laporan dari Kantor Berita Soviet, Tass, menyatakan bahwa kurang lebih 1500 bekas jejak peninggalan binatang dinosaurus telah ditemukan di Turkmenia, akan tetapi di antara jejak kaki ada terdapat jejak yang mirip jejak kaki manusia. Menurut keterangan Profesor Ammaviyazov, Direktur Institut Geologi Turkmenia, "Apabila analisa lebih lanjut membuktikan bahwa jejak kaki itu adalah bekas peninggalan makhluk anthropoid, maka sejarah umat manusia (menurut kaum evolusionis) haruslah diperluas sampai 150 juta tahun jauhnya, dan bukan saja 5 juta tahun." Tetapi kaum kreasionis tetap tidak menerima bahwa manusia mengalami evolusi.
Jejak di Sungai Paluxy maupun di Turkmenia ini menyebabkan kaum evolusionis mau tidak mau seharusnya menerima bahwa dinosaurus tidak punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi. Tetapi jika mereka bersikeras untuk menyatakan bahwa manusia saat itu belum ada, maka mungkin gambar ilustrasi ini dapat menjelaskannya.
SUNGAI PALUXY :
BANI AMON
Amon adalah nama keturunan Ben-Ami, putra Lot yang lebih muda yang lahir dari putrid kandungnya, yang dilahirkan di sebuah gua dekat Zoar :
* Kejadian 19:38
Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.
Mereka dipandang sebagai sanak keluarga Israel, yang diperintahkan untuk memperlakukan mereka dengan baik (Ulangan 2:19)
Dahulu keluarga Amon menduduki daerah orang zamzumim yang terletak antara S Arnon dan S yabok (Ulangan 2:20,21,37, Ulangan 3:11).
Kemudian, sebagian daerah ini sebagian diambil oleh orang Amori, dan daerah mereka dibatasi hingga daerah sebelah timur S Yabok (Bilangan 21:24; Ulangan 2:37; Yoshua 12:2; 13:10,25, Hakim 11:13,22).
Arkeologi Modern menunjukkan bahwa orang Amon, seperti halnya orang lain, mengelilingi daerah mereka dengan benteng-benteng kecil (Bilangan 21:24).
Pada zaman bangsa Israel keluar dari Mesir, Israel tidak menyerang Amon (Ulangan 2:19,37; Hakim 11:15).
Namun demikian, orang Amon dikutuk karena ikut dengan orang Moab mengupah Bileam, dan dilarang masuk jemaat Tuhan hingga generasi ke sepuluh (Ulangan 23:3-6).
Kota utama mereka adalah RABA bani Amon, ,mod. ‘Amman (*Raba), dimana pada zaman Hakim-hakim, terletak sarkofagus besi (ranjang dari besi) kepunyaan Og, Raja Basan (Ulangan 3:11).
Pada zaman Hakim-hakim, orang Amon membantu Eglon raja Moab untuk menaklukkan daerah Israel (Hakim 3:13). Sekali lagi, pada masa Yefta nereka melanggar tanah Israel di sebelah Timur Yordan (Hakim 11) dan diusir dari sana.
Agama mereka mempengaruhi banyak orang Israel (Hakim 10:6), dan ini menyebabkan penindasan orang Amon di Gilead yang mengakibatkan Yefta mengadakan kampanye (Hakim 10).
Kemudian Nahas, raja Amon mengepung Yabesy-Gilead tak lama sebelum Saul menjadi raja. Saul mengerahkan orang orang Sirael mengusir Nahas ( 1 Samuel 11:1-11; 12:12; 14:47).
Beberapa tahun kemudian Nahas menjadi sahabat Daud (2 Samuel 10:1-2), tapi anaknya, Hanun, menolak kunjungan persahabatan para utusan Daud dan menghina mereka.
Ia menyewa tentara Siria dan pergi berperang, tapi perwira-perwira Daud, yakni Yoab dan Abisai, mengalahkan mereka (2 Samuel 10:26-31; 1 Tawarikh 19). Setahun kemudian orang Israel merebut Raba ibukota bani Amon (2 Samuel 12:26-31; 1 Tawarikh 20:1-3) dan memaksa penduduk kota itu bekerja.
Namun demikian beberapa orang Amon bersahabat dengan Daud, misalnya Sobi danak Nahas, yang merawat Daud ketika lari dari Absalom (2 Samuel 17:27,29) dan Zelek, salah seorang dari antara 30 orang kuat Daud (2 Samuel 23:37; 1 Tawarikh 11:39).
Salah seorang selir Salomo adalah wanita Amon, menyembah Milkom (Molokh) (1 Raja 11:1,5,7,33). Seorang perempuan Amon, Naama adalah ibu Rehabeam (1 Raja 14:21; 31:2, 2 Tawarikh 12:13)
Pada masa pemerintahan Yosafat, bani Amon bergabung dengan bani Moab dan Edom dalam suatu serangan terhadap Yehuda (2 Tawarikh 20:1-30). Kira-kira tahun 800SM, Zabad dan Yozabad, keduanya adalah putera dari wanita Amon bersekongkol untuk membunuh Yoas, raja Yehuda (2 Tawarikh 24:26). Kemudian dalam abad itu, baik Uzia maupun Yotam menerima upeti dari orang Amon (2 Tawarikh 26:8; 27:5).
Yosia menajiskan tempat yang tinggi yang dibangun Salomo (2 Raja 23:13). Orang Amon yang bergabung dengan orang-orang lain melawan Yoyakim (2 Raja 25:25; Yeremia 40:11-14). Mereka diserang habis-habisan oleh para nabi sebagai musuh bebuyutan Israel (Yeremia 49:1-6; Yehezkiel 21:20; 15:1-7; Amos 1:13-15; Zefanya 2:8-11).
Setelah kembali dari pembuangan, Tobia, gubernur bani Amon merintangi pembangunan tembok-tembok Yerusalem oleh Nehemia (Nehemia 2:10,19 ; 4:3-7). Kawin campuran antara orang Yahudi dan orang Amon dilarang, baik oleh Ezra maupun Nehemia (Ezra 9:1-2; Nehemia 13:1, 23-31).
Orang Amon hidup terus sampai pada abad Ke-2 SM.
Kuburan-kuburan penting, meterai dan patung-patung bertulis dari abad 17SM-16SM mengingatkan kepada gairah hidup dan kebesaran politik. Keluarga Tobia bertahan hingga abad 2 SM, seperti ditunjukkan oleh bukti arkeologis dari Transyordan dan Mesir, dan Yudas Makabe memerangi kota Amon pada masanya (1 Makabe 5:6).
Sumber :
FM Abel, GeographiƩ de la Palestine , 1933 halaman 277, 278
D Baly, The Geography of the Bible, 1958, bab 19
Nelson Glueck, The Other side of Jordan, 1940;
AASOR, 18, 19,25-18
WF Albright, Amon dalam Miscellanea Biblica B Uback, 1953, halaman 131
* Kejadian 19:38
Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.
Mereka dipandang sebagai sanak keluarga Israel, yang diperintahkan untuk memperlakukan mereka dengan baik (Ulangan 2:19)
Dahulu keluarga Amon menduduki daerah orang zamzumim yang terletak antara S Arnon dan S yabok (Ulangan 2:20,21,37, Ulangan 3:11).
Kemudian, sebagian daerah ini sebagian diambil oleh orang Amori, dan daerah mereka dibatasi hingga daerah sebelah timur S Yabok (Bilangan 21:24; Ulangan 2:37; Yoshua 12:2; 13:10,25, Hakim 11:13,22).
Arkeologi Modern menunjukkan bahwa orang Amon, seperti halnya orang lain, mengelilingi daerah mereka dengan benteng-benteng kecil (Bilangan 21:24).
Pada zaman bangsa Israel keluar dari Mesir, Israel tidak menyerang Amon (Ulangan 2:19,37; Hakim 11:15).
Namun demikian, orang Amon dikutuk karena ikut dengan orang Moab mengupah Bileam, dan dilarang masuk jemaat Tuhan hingga generasi ke sepuluh (Ulangan 23:3-6).
Kota utama mereka adalah RABA bani Amon, ,mod. ‘Amman (*Raba), dimana pada zaman Hakim-hakim, terletak sarkofagus besi (ranjang dari besi) kepunyaan Og, Raja Basan (Ulangan 3:11).
Pada zaman Hakim-hakim, orang Amon membantu Eglon raja Moab untuk menaklukkan daerah Israel (Hakim 3:13). Sekali lagi, pada masa Yefta nereka melanggar tanah Israel di sebelah Timur Yordan (Hakim 11) dan diusir dari sana.
Agama mereka mempengaruhi banyak orang Israel (Hakim 10:6), dan ini menyebabkan penindasan orang Amon di Gilead yang mengakibatkan Yefta mengadakan kampanye (Hakim 10).
Kemudian Nahas, raja Amon mengepung Yabesy-Gilead tak lama sebelum Saul menjadi raja. Saul mengerahkan orang orang Sirael mengusir Nahas ( 1 Samuel 11:1-11; 12:12; 14:47).
Beberapa tahun kemudian Nahas menjadi sahabat Daud (2 Samuel 10:1-2), tapi anaknya, Hanun, menolak kunjungan persahabatan para utusan Daud dan menghina mereka.
Ia menyewa tentara Siria dan pergi berperang, tapi perwira-perwira Daud, yakni Yoab dan Abisai, mengalahkan mereka (2 Samuel 10:26-31; 1 Tawarikh 19). Setahun kemudian orang Israel merebut Raba ibukota bani Amon (2 Samuel 12:26-31; 1 Tawarikh 20:1-3) dan memaksa penduduk kota itu bekerja.
Namun demikian beberapa orang Amon bersahabat dengan Daud, misalnya Sobi danak Nahas, yang merawat Daud ketika lari dari Absalom (2 Samuel 17:27,29) dan Zelek, salah seorang dari antara 30 orang kuat Daud (2 Samuel 23:37; 1 Tawarikh 11:39).
Salah seorang selir Salomo adalah wanita Amon, menyembah Milkom (Molokh) (1 Raja 11:1,5,7,33). Seorang perempuan Amon, Naama adalah ibu Rehabeam (1 Raja 14:21; 31:2, 2 Tawarikh 12:13)
Pada masa pemerintahan Yosafat, bani Amon bergabung dengan bani Moab dan Edom dalam suatu serangan terhadap Yehuda (2 Tawarikh 20:1-30). Kira-kira tahun 800SM, Zabad dan Yozabad, keduanya adalah putera dari wanita Amon bersekongkol untuk membunuh Yoas, raja Yehuda (2 Tawarikh 24:26). Kemudian dalam abad itu, baik Uzia maupun Yotam menerima upeti dari orang Amon (2 Tawarikh 26:8; 27:5).
Yosia menajiskan tempat yang tinggi yang dibangun Salomo (2 Raja 23:13). Orang Amon yang bergabung dengan orang-orang lain melawan Yoyakim (2 Raja 25:25; Yeremia 40:11-14). Mereka diserang habis-habisan oleh para nabi sebagai musuh bebuyutan Israel (Yeremia 49:1-6; Yehezkiel 21:20; 15:1-7; Amos 1:13-15; Zefanya 2:8-11).
Setelah kembali dari pembuangan, Tobia, gubernur bani Amon merintangi pembangunan tembok-tembok Yerusalem oleh Nehemia (Nehemia 2:10,19 ; 4:3-7). Kawin campuran antara orang Yahudi dan orang Amon dilarang, baik oleh Ezra maupun Nehemia (Ezra 9:1-2; Nehemia 13:1, 23-31).
Orang Amon hidup terus sampai pada abad Ke-2 SM.
Kuburan-kuburan penting, meterai dan patung-patung bertulis dari abad 17SM-16SM mengingatkan kepada gairah hidup dan kebesaran politik. Keluarga Tobia bertahan hingga abad 2 SM, seperti ditunjukkan oleh bukti arkeologis dari Transyordan dan Mesir, dan Yudas Makabe memerangi kota Amon pada masanya (1 Makabe 5:6).
Sumber :
FM Abel, GeographiƩ de la Palestine , 1933 halaman 277, 278
D Baly, The Geography of the Bible, 1958, bab 19
Nelson Glueck, The Other side of Jordan, 1940;
AASOR, 18, 19,25-18
WF Albright, Amon dalam Miscellanea Biblica B Uback, 1953, halaman 131
BANI MOAB
Moab, atau orang Moab adalah sebuah suku yang masih mempunyai hubungan darah dengan suku-suku Israel (Kejadian 19:30-37). Moab adalah anak Lot yang diperolehnya dari hasil hubungannya dengan putrinya.
* Kejadian 19:37,
Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
Pada awal mulanya mereka adalah sebuah suku pengembara. Sekitar abad 13 sebelum Masehi, mereka menetap di daerah di sebelah timur Yordan, pada dataran tinggi yang subur antara Laut Mati, padang gurun Siro-Arab dan sungai Aman (1 Samuel 22:3-4; Rut 1:1-2).
Selama beberapa waktu mereka mendesak ke Utara (Bilangan 21:26-30; 32:1-42) atau ke Barat sampai Yeriko (Hakim-hakim 3:12-30).
Tekanan perbedaan antara bangsa Israel dengan orang Moab terbukti dari Hukum, seperti nampak pada Ulangan 23:4: Anak-anak dari orang Moab dan bangsa Israel tidak diijinkan menjadi anggota umat Israel juga tidak pada generasinya yang ke-10. Meskipun demikian perkawinan semacam itu sering terjadi (Ezra 9:1; Nehemia 13:23).
Setelah orang Moab melakukan berbagai peperangan pada zaman Saul (1 Samuel 8:12) akhirnya mereka lalu dikalahkan oleh Daud (2 Samuel 8:12).
Raja Mesa dari orang Moab (pada abad 9 sebelum Masehi) dapat mendesak mundur bangsa Israel (2 Raja-raja 3:4-27; 2 Tawarikh 20:1-20).
Hal itu memberi alasan para nabi untuk mengadakan ancaman hukuman melawan orang Moab (Yesaya 15:1-9; Yeremia 48:1-47; Yehezkiel 25:8-11 dan lain-lain).
Di waktu kemudian orang Moab lalu dikalahkan oleh bangsa Asyur dan akhirnya mereka digabungkan pada kerajaan milik bangsa Nabati. Orang Moab berhasil lebih dulu dalam usahanya membentuk kerajaan bila dibandingkan dengan bangsa Israel. Agama orang Moab itu politeistis (Dewa utama mereka adalah Kemos; Asytar dan Baal-Peor: Bilangan 25:3; 31:16).
Bahasa orang Moab mempunyai perbedaan sedikit sekali bila dibandingkan dengan bahasa Ibrani.
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid (Jilid 2 halaman 93), Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1992 :
.. akhirnya Moab ditundukkan Nebukadnezar dan berturut-turut diperintah oleh orang Persia dan berapa kelompok bangsa Arab. Orang Moab tidak ada lagi sebagai bangsa merdeka …… Alexander Yaneus menundukkan mereka abad 2 SM.
Jadi bangsa Moab lenyap dari panggung sejarah sekitar abad ke 2 SM.
Sumber :
FM Abel, GeographiƩ de la Palestine , 1933 halaman 277, 278
D Baly, The Geography of the Bible, 1958, bab 19
Nelson Glueck, The Other side of Jordan, 1940;
AASOR, 18, 19,25-18
WF Albright, Amon dalam Miscellanea Biblica B Uback, 1953, p 131
Langganan:
Postingan (Atom)

























