Jumat, 18 Februari 2011

SURAT PERTAMA DAN KEDUA PETRUS




Ketika menulis kedua surat ini, Petrus mentaati dan melaksanakan dua perintah khusus yang diberikan kepadanya oleh Yesus sendiri -- yakni untuk menguatkan saudara-saudaramu (Lukas 22:32) dan menggembalakan domba-dombaKu (Yohanes 21:17).

Petrus menyebut dirinya sebagai rasul Yesus Kristus.
dan sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus (I Petrus 1:1; 5:1), dan juga ia mengatakan bahwa ia mengirimkan surat ini dari Babilon (I Petrus 5:13).
Surat ini dialamatkan kepada orang-orang Kristen yang telah mengungsi dan yang telah meninggalkan negeri mereka karena penganiayaan yakni orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia dan Bitinia (I Petrus 1:1).
Selama 2000 tahun ini, orang-orang Kristen telah mengalami dan melintasi banyak penderitaan dan penganiayaan, sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya (I Petrus 2:21).

Pokok yang disoroti dalam surat Petrus yang pertama adalah mengenai pentingnya Firman Allah sebagai Pedoman bagi kehidupan kita dalam Kristus:
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal
(I Petrus 1:23).
Juga orang-orang percaya dinasihatkan agar menjadi seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan
(I Petrus 2:2).

Periode di antara kedua surat ini diwarnai dengan situasi yang kritis dan sulit yang harus dihadapi oleh jemaat Tuhan. Karena itu Petrus mengingatkan: Berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.... demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. ....Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu (II Petrus 1:10; 2:1-3).

SURAT PERTAMA YOHANES


Salah satu tujuan dari surat ini adalah agar kita dipenuhi dengan sukacita (I Yohanes 1:4). Tema utama penulis di sini adalah Firman karena ia mengatakan bahwa dengan matanya sendiri ia telah memandang atau melihat firman hidup dan barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintahNya ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firmanNya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia (I Yohanes 1:1; 2:4-5).

Banyak orang yang mengaku diri Kristen terus mengejar semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging (pemuasan keinginan daging) dan keinginan mata (keinginan hal-hal material) serta keangkuhan hidup (popularitas sia-sia), bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (I Yohanes 2:16).

Tema yang kedua mengingatkan kita bahwa kasih adalah ciri yang membedakan seorang Kristen. Perkataan kasih muncul lebih dari 40 kali dalam lima pasal yang singkat dalam surat ini.
Kasih Allah yang mendiami kita menyebabkan terjadinya perubahan yang luar biasa dalam kehidupan orang-orang Kristen.
Kasih itu menyebabkan muncul kerinduan untuk hidup dalam ketaatan penuh kepada Allah sebagaimana dinyatakan dalam FirmanNya dan sikap yang menyerupai Kristus terhadap orang lain di dalam situasi apapun.
Ujian untuk dapat mengenal kasih Allah adalah dengan memelihara firmanNya.

Hal yang ketiga adalah bahwa surat ini ditulis agar supaya kita dapat mengenal pentingnya kekudusan yaitu supaya setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (I Yohanes 3:3).
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (I Yohanes 3:3).

Keempat, surat ini mengingatkan kita tentang ajaran palsu yang bertujuan merusak kesetiaan kita kepada Kristus dengan menyesatkan mereka yang tidak mengenal firmanNya.

Tema yang kelima adalah tentang bagaimana mengetahui bahwa kamu memiliki hidup yang kekal (I Yohanes 5:13-20).

Tema yang keenam dari I Yohanes menjelaskan tentang jaminan doa yang terkabul.
Kita dijanjikan: Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.
Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya. (I Yohanes 5:14-15).

Jaminan keselamatan terlihat dalam banyak ayat di mana ditegaskan bahwa orang percaya itu dapat mengetahui keselamatan itu (I Yohanes 2:3,5,29; 3:14,16,19,24; 4:13,16; 5:15,18-20).

Akhirnya Yohanes mengemukakan peringatan agar waspada terhadap segala berhala (I Yohanes 5:21) -- dari segala sesuatu yang merampas tempat yang seharusnya ditempati oleh Tuhan yakni hati kita.

SURAT KEDUA YOHANES



penulis II Yohanes menyebut dirinya sebagai penatua.
Suratnya ini ditujukan kepada Ibu yang terpilih (II Yohanes 1:1).
Meskipun sebagian orang meyakini bahwa surat ini dialamatkan kepada seseorang, namun sebagian lagi percaya bahwa karena penganiayaan semakin menghebat ketika surat ini ditulis sehingga penulisn sebenarnya mengalamatkannya kepada Gereja atau Mempelai Kristus dan anggota-anggotanya yang ia sebut sebagai anak-anak (II Yohanes 1:1,4).
Penulis menekankan tentang pentingnya mengajarkan firman Allah.
Perkataan kebenaran digunakan lima kali dalam empat ayat pertama dalam surat II Yohanes.
Orang-orang percaya dinasihatkan untuk menyelidiki kembali tradisi-tradisi, pendapat-pendapat, kepercayaan-kepercayaan dan motif-motif mereka pada saat mereka membaca Firman Allah dan memastikan bahwa mereka hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah.

SURAT KETIGA YOHANES


Dalam III Yohanes perkataan kebenaran digunakan enam kali dalam 14 ayatnya.
Juga dalam surat ini kita diperkenalkan kepada tiga orang: Demetrius yang dipuji oleh Yohanes; Gayus seorang penolong yang baik dalam pekerjaan Tuhan dan Diotrefes, seorang yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa namun menjadi penghambat dalam pelayanan.
Karena tak seorangpun yang dapat bersikap netral maka mereka menjadi cermin teladan bagi manusia pada masa kini, apakah kita menjadi penolong atau penghambat dalam pelayanan Kristus.

SURAT YUDAS


Yudas menyebut dirinya sebagai hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus (Yudas 1:1).
Karena Yudas adalah saudara Yakobus, ia juga adalah saudara Yesus.

Yudas ini bukanlah Yudas yang disebutkan dalam Yohanes 14:22,
melainkan adalah Yudas dalam Matius 13:55 dan Markus 6:3.

Karena tekanan-tekanan dan penganiayaan yang semakin meningkat maka Yudas menasihatkan para pembacanya untuk tetap berdiri teguh dan tetap berjuang untuk mempertahankan iman (Yudas 1:3).
Surat Yudas ini bertujuan untuk membeberkan akibat-akibat yang mengerikan dari sikap mempercayai ajaran-ajaran palsu.

KITAB WAHYU


Setelah Rasul Paulus dijatuhi hukuman, terjadilah penganiayaan yang semakin dahsyat terhadap seluruh orang-orang Kristen di wilayah kerajaan Romawi.
Di tengah penganiayaan inilah Rasul Yohanes yang telah lanjut usinya itu dibuang ke pulau Patmos (Wahyu 1:9), yang adalah sebuah pulau kecil yang berbatu-batu yang panjangnya kira-kira sepuluh mil dan lebarnya enam mil dan terletak kira-kira 35 mil di sebelah barat daya pantai Asia Kecil (Turki sekarang).
Dalam pembuangan ini, Yohanes menerima Wahyu dari Yesus Kristus (Wahyu 1:1) mengenai tujuh jemaat yang disebutkan dalam kitab ini.

Terdapat lebih dari 300 perkataan yang mengandung simbol dalam kitab Wahyu yang menjelaskan tentang berbagai peristiwa mengenai Kristus dan gerejaNya.
Pemerintahan dalam kerajaanNya yang mulia dan kekal merupakan tema yang mencuat dalam kitab ini. Simbol-simbol dapat dipahami dengan memperhatikan penggunaannya dalam lebih dari 500 ayat Perjanjian Lama.
Berita yang terakhir dari Kristus kepada gerejaNya sangatlah penting untuk disimak.
Kita melihat melalui ke tujuh jemaat ini mengenai bahaya yang mengancam kehidupan kita, dan juga mengenai perkara-perkara yang tidak disenangi Allah. Selain itu, kita juga dapat memepelajari mengenai hal menjadikan kita sebagai “pemenang-pemenang.”

Kitab ini juga mencatat mengenai kemenangan akhir Kristus atas segala bentuk kejahatan.
Ini memberikan jaminan kepada kita bahwa Allah kita tetap memegang kendali dan menggunakan setiap peristiwa yang menimpa manusia bahkan bencana alam sekalipun untuk melaksanakan maksud-maksudNya.

Ketika kita membaca dan mempelajari kitab ini, kita akan menyaksikan progresi rencana Allah ketika peristiwa-peristiwa nubuatan itu terjadi.
Namun, kita perlu mewaspadai bahaya menjadi terlalu terpikat oleh hal-hal detail tentang peristiwa-peristiwa masa yang akan datang sehingga gagal memahami bahwa kitab Wahyu sebenarnya merupakan pengungkapan tentang seorang Oknum yakni Yesus Kristus yang menjadi pusat dari segala sesuatu.
Perkataan kunci di sini adalah: Wahyu dari Yesus Kristus.
Kita juga menemukan gelar yang menunjuk kepada pengorbanan Kristus sebagai Anak Domba yang disebutkan 28 kali dalam kitab Wahyu.
Ada empat aspek tentang Kristus sebagai Anak Domba yang terlihat jelas dalam kitab Wahyu:
Dalam pasal 4--5, penyembahan kepada Anak Domba diperingati;
dalam pasal 6--18, murka dari Anak Domba dinyatakan;
dalam pasal 19--20, perkawinan Anak Domba diadakan;
dalam pasal 21--22, mempelai dari Anak Domba dijelaskan.
Kristus juga dinyatakan sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan yang Akhir (Wahyu 1:11); dan yang pertama bangkit dari antara orang mati (Wahyu 1:5,18; 2:8).

Dalam Injil-Injil, peristiwa besar yang terakhir mengenai kehidupan Kristus di dunia adalah kenaikanNya, dan peristiwa besar berikutnya adalah kedatanganNya kembali ke dunia ini. Karena itu penting sekali agar kita mempersiapkan diri kita untuk berjumpa dengan Tuhan kita dalam keadaan tanpa cacat atau kerut (Efesus 5:27).

Karena itu ingatlah akan janji ini: Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 1:3).

Jumat, 04 Februari 2011

NAMA YESUS KRISTUS DALAM BERBAGAI BAHASA





Ibrani:
ישוע המשיח
YESYUA HAMASYIAKH


Yunani:
Ο Ιησούς Χριστός
Ho Iêsoús Khristós


Arab:
يسوع المسيح
Yswʻ al-Msyḩ


Jepang:
イエスキリスト
Iesukirisuto


Korea:
맙소사
mabsosa


Thailand:
พระเยซูคริสต์
Phra yesū khris̄t̒


China (Simplified Version):
耶稣基督
Yēsū jīdū


India (Hindi):
यीशु मसीह
Yīśu masīha


Rusia:
Иисус Христос
Iisus Hristos

my song

Pengikut