Minggu, 20 Februari 2011

YESAYA


Pelayanan Yesaya terjadi selama pemerintahan raja-raja Yehuda yaitu Uzia, Yotam, Ahas Hizkia, dan Manasye (Yesaya 1:1; II Tawarikh 26:22; 32:20-23).

Kitab Yesaya ditujukan kepada seluruh dunia:
Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab Tuhan berfirman (Yesaya 1:2).

pasal 1 terpusat pada berita yang ditujukan kepada bangsa Yehuda dan kepada Yerusalem, yang merupakan kota yang telah diberi kesempatan yang paling banyak tetapi juga merupakan kota yang diberi tanggung jawab yang terbesar (perhatikan Yesaya 1;8;21;26;27).

pasal 2 - 6 dimulai dengan penglihatan mengenai hari Tuhan (Yesaya 2:11-12,17,20; 3:7,18; 4:1-2; 5:30)
dan yang juga berkaitan langsung dengan Yehuda (Yesaya 2:1,3,6; 3:1,8,16; 4:3-5; 5:3),
serta juga membahas mengenai enam ucapan celaka yang ditujukan kepada mereka yang tidak beriman (Yesaya 5:8,11,18,20-22).
Pasal-pasal ini diakhiri dengan penglihatan yang baru mengenai Raja yang kekal:
Aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang ......mataku telah melihat Sang Raja yakni Tuhan semesta alam (Yesaya 6:1,5).

Pasal 7 - 12 terfokus kepada Israel, Kerajaan Utara, yang ibukotanya adalah Samaria.
Berita dalam fasal-fasal ini merupakan penghiburan kepada Raja Ahas yang sedang mengalami serangan oleh Kerajaan Utara dan Aram (Yesaya 7:3-16).
Pasal-pasal ini juga menubuatkan tentang hukuman yang akan menimpa Israel:
Tuhan akan mendatangkan ke atasmu dan atas rakyatmu .... hari-hari seperti yang belum pernah datang sejak Efraim menjauhkan diri dari Yehuda - yakni raja Asyur ..... Kekayaan Damsyik (ibu kota Aram) dan jarahan Samaria (ibu kota Israel) akan diangkut di depan raja Asyur (Yesaya 7:17; 8:4).
Pasal-pasal ini diakhiri dengan nubuatan mengenai pemerintahan Mesias yang akan datang:
Yang akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi (Yesaya 11:12).
Perhatian khusus juga diberikan kepada hari Tuhan (Yesaya 7:18,20-21, 23; 10:20,27; 11:10-11; 12:1,4).

Pasal 13 - 23 terfokus kepada bangsa-bangsa kafir yang ada pada masa Yesaya, terkecuali pasal 22, yang adalah lembah penglihatan (Yesaya 22:1).
Pasal-pasal ini juga menyoroti tentang hari Tuhan (Yesaya 13:6,9,13; 14:3; 17:4,7,9; 19: 16,18-19,21,23-24; 22:5,12,20,25; 23:15).

Pasal 24 - 27 menjelaskan tentang hubungan hari Tuhan dengan seluruh dunia (Yesaya 24:1,4-5,16,19-21; 25:6-9; 26:1,21; 27:1-2,12-13).

Pasal 28 - 34 terfokus kepada enam ucapan celaka mengenai Yerusalem yang mirip dengan keenam ucapan celaka dalam pasal 5.
Penekanan kembali diberikan pada hari Tuhan (Yesaya 28:5; 29:18; 30:23; 31:7).
Berita dalam pasal 34 adalah berita kepada seluruh dunia:
Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpencar dari padanya (Yesaya 34:1-2). Sebab Tuhan mendatangkan hari pembalasan dan tahun pengganjaran karena perkara Sion (Yesaya 34:8).

Pasal 35 berbicara tentang 1,000 tahun pemerintahan Kristus.

Pasal 36 - 37 menjelaskan tentang serangan terhadap Yehuda oleh Asyur, menunjukkan tentang kuasa doa, campur tangan Allah, dan kemerosotan serta kehancuran Asyur.

Pasal 38 - 39 berbicara tentang penyakit yang menimpa Hizkia, kesembuhannya yang ajaib, sambutannya yang bodoh terhadap utusan-utusan dari Babel, dan kekuatan dunia baru yang pada akhirnya akan menghancurkan mereka.

Pasal 40 - 48 menyoroti keberadaan Mesias yang kekal (Yesaya 40:12-28; 41:4, 21-29); penebusanNya yang kekal; dan keunggulanNya sebagai Hakim yang tertinggi (Yesaya 46:5,9-10; 47:4; 48:12-14,20-22).
Pasal-pasal ini diakhiri dengan perkataan ini:
Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik (Yesaya 48:22; 57:21).

Pasal 49 - 66 berisi penglihatan nabi tentang Mesias yang harus terlebih dahulu menjadi Hamba, namun pada akhirnya akan memerintah sebagai Raja yang menang (Yesaya 42:1-7; 49:5-6; 50:4-10; 52:13; 53:12).
Pasal 53 menjelaskan tentang keunggulan Mesias sebagai Anak Domba Allah yang harus menjadi pusat utama di dalam kehidupan mereka yang adalah anak-anakNya.

YEREMIA


Yeremia yang berprofesi sebagai imam memulai pelayanannya sepanjang 40 tahun sejarah Yehuda, Kerajaan Selatan.
Ini berlangsung kira-kira 100 tahun setelah bangsa Asyur menaklukkan Israel, Kerajaan Utara. Pelayanan publiknya dimulai pada tahun ke 13 pemerintahan Raja Yosia yang saleh (Yeremia 1:2), yang memerintah selama 31 tahun.
Yeremia melanjutkan pelayanannya sepanjang pemerintahan keempat raja Yehuda yang terakhir yang terkenal jahat yaitu: Salum (Yoahas), Yoyakim, Konya (Yoyakin), Zedekia, dan kepada para tawanan yang berada di Mesir. Selama masa yang sulit itu, Yeremia hanya sendirian -- dan ia dibenci bahkan dianiaya oleh umatnya sendiri.

Beberapa tahun kemudian, Kerajaan Asyur menjadi lemah dan ditaklukkan oleh bangsa Babel. Kerajaan Yehuda takluk di bawah kekuasaan Nebukadnezar setelah ia mengalahkan Mesir pada peperangan di Karkemis, kota penting di Aram sebelah utara.
Kota ini mengawal jalur utama perdagangan yang melintasi Sungai Efrat.
Serangan kedua terhadap Yehuda terjadi kembali kira-kira tujuh tahun kemudian, tepatnya pada tahun kesebelas pemerintahan Zedekia, dan pada serangan itu Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar dan pasukan Babel akhirnya menguasai seluruh wilayah Timur Dekat.

Peristiwa-peristiwa dalam kitab ini tidak tersusun secara kronologis, melainkan menurut pokok pembicaraan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman rohani yang terbaik bagi kita.

Pasal 1 memperkenalkan tentang Yeremia dan panggilan Allah kepadanya sebagai nabi.

Pasal 2 - 38 adalah nubuatan-nubuatan yang terjadi sebelum kejatuhan Yerusalem, yang dimulai pada zaman raja Yosia (Yeremia 3:6).
Allah telah menetapkan Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (Yeremia 1:5) ketika para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang (Yeremia 5:31).
Hal yang lebih buruk lagi adalah bahwa Allah mengatakan bahwa umatKu senang melakukan hal demikian.
Sesungguhnya dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, senantiasa mengejar untung (Yeremia 6:13).
(Perhatikan: Pasyhur dalam pasal 20 tidak sama dengan Pasyhur bin Malkia dalam Yeremia 21:1; 38:1).
Yeremia mengecam keempat raja Yehuda yang terakhir sebagai gembala-gembala palsu (Yeremia 23:1-2; 25:34).
Ia juga mengecam nabi-nabi palsu (Yeremia 23:9) dan imam-imam palsu (Yeremia 23:11).

Pasal 29 - 30 ditujukan kepada kelompok tawanan pertama yang telah diangkut dari Yehuda ke Babel beberapa tahun sebelum kehancuran Yehuda yang terakhir:
Sebab sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda .... Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan (Yeremia 30:3).

Pasal 31 - 33 menjelaskan tentang Kerajaan Mesias dan Perjanjian yang akan datang.

Pasal 34 - 38 membahas tentang peringatan-peringatan yang disampaikan kepada Zedekia, sikap Yoyakim yang menentang Firman Allah, pengepungan Yerusalem, dan pemenjaraan Yeremia.

Pasal 39 membahas tentang kehancuran Yerusalem, penawanan Zedekia, dan kelepasan Yeremia dari penjara.

Pasal 40 - 44 berisi berita kepada orang-orang Israel setelah kehancuran Yerusalem -- pertama di Yehuda (Yeremia 40 - 42) dan kemudian di Mesir (Yeremia 43 - 44).

Pasal 45 membahas khusus tentang Barukh, sekretaris Yeremia.

Pasal 46 - 51 berisi nubuatan-nubuatan mengenai bangsa-bangsa kafir.

Pasal 52 menguraikan tentang kejatuhan Yerusalem dan Yehuda dan berita kepada Zedekia.
Allah menjelaskan tentang alasan di balik kehancuran Kerajaan Yehuda dan Yerusalem, ibu kotanya yang tadinya sangat megah, dengan berkata:
Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu (Yeremia 30:15).

Walaupun pemberitaan Yeremia menubuatkan tentang hukuman yang tak terhindari, ia juga mengatakan: Masih ada harapan untuk hari depanmu (Yeremia 31:17), karena Allah akan memperhatikan mereka yang bertobat dan berbalik kepadaNya (Yeremia 31:19).
Allah yang penuh kasih karunia berjanji:
Aku akan membangun engkau kembali ....Dengan menangis mereka akan datang .... Dengarlah firman Tuhan ....Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka ... dan mereka akan menjadi umatKu (Yeremia 31:4,9-10,33).

RATAPAN


Nabi Yeremia dengan giat dan setia berusaha memperingatkan orang-orang Israel bahwa penderitaan yang dahsyat akan terjadi apabila mereka terus bersikap tidak mengindahkan Firman Allah.
Karena hanya Tuhanlah yang dapat menuntun kehidupan mereka menuju kemakmuran, keamanan, dan perdamaian dengan Allah. Kitab Ratapan merupakan ungkapan dukacita yang dalam atas kehancuran Kerajaan Yehuda dan kota Yerusalem.

Yeremia mengetahui konsekuensi yang tak terhindari dari sikap ketidaktaatan, sungguh Tuhan membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya;
kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan ....Hal itu terjadi oleh sebab dosa nabi-nabinya dan kedurjanaan imam-imamnya ..... Mereka terhuyung-huyung seperti orang buta di jalan-jalan, cemar oleh darah sehingga orang tak dapat menyentuh pakaian mereka (Ratapan 1:5; 4:13-14).

Orang-orang Israel tidak mau menyadari akan bahaya kehancuran yang telah berada di ambang pintu karena selama kira-kira 475 tahun mereka telah berhasil luput dari banyak serangan musuh.
Mereka percaya akan jaminan keamanan mereka karena mereka yakin tembok yang mengelilingi kota kudus itu dapat melindungi umat perjanjian Allah, Bait SuciNya, dan Tabut Perjanjian yang berisi hukum-hukum yang telah diberikan kepada Musa beberapa abad sebelumnya.
Nabi-nabi palsu yang populer pada masa Yeremia dengan berani memberitakan jaminan perlindungan dan keamanan kekal bagi Yerusalem karena mereka yakin bangsa Israel adalah umat perjanjian Allah.

Yerusalem adalah satu-satunya tempat di muka bumi ini di mana korban-korban yang berkenan dapat dipersembahkan kepada Allah.
Fakta ini lebih meningkatkan jaminan palsu bagi mereka bahwa Yerusalem, Kota Raja Besar tidak akan pernah dapat dihancurkan (Mazmur 48:2).
Namun Yerusalem terancam bahaya kehilangan berkat, ditimpa penyakit, penderitaan, kelaparan dan kehancuran Bait Suci mereka sebagai akibat dari sikap mereka yang tidak mengindahkan Firman Allah (Ratapan 2:19-22; 4:8-10).

Lebih dari tiga puluh kali dalam lima pasal yang singkat ini kita diingatkan bahwa Tuhan Allah itulah - bukan bangsa yang lebih perkasa yang telah menghukum dan membantai .....Tuhan telah melepaskan segenap amarahNya, mencurahkan murkaNya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion, yang memakan dasar-dasarnya (Ratapan 3:43; 4:11).

Kehancuran oleh Tuhan sendiri telah dinubuatkan oleh Musa dan Salomo dalam doanya yang terkenal, sehingga tidak diragukan lagi apa yang sebenarnya telah menjadi penyebab kehancuran kerajaan mereka (Ulangan 28:63-65; II Tawarikh 6:36).

Nabi Yeremia juga memandang jauh ke depan dan menubuatkan saatnya ketika umat Israel akan kembali kepada Allah: Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setiaNya .... Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan (Ratapan 3:31-32,40; bandingkan Ratapan 4:22).

YEHEZKIEL


Yehezkiel tinggal di Yerusalem selama masa pembaharuan yang besar yang terjadi setelah ditemukannya Kitab Taurat di Bait Allah dalam pemerintahan Raja Yosia.
Yosia adalah Raja Yehuda terakhir yang terkenal sangat saleh (II Raja-Raja 22:8-20; 23:1-29). Setelah kematiannya, rakyat memilih putra keempat Yosia yaitu Yoahaz, yang juga dikenal sebagai Salum (Yehezkiel 23:30-34; I Tawarikh 3:15, Yeremia 22:10-12).
Namun tiga bulan kemudian Firaon Nekho menawannya ke Mesir sehingga ia digantikan oleh Elyakim, putra kedua Yosia untuk memerintah sebagai raja atas Yehuda (II Raja-Raja 23:31-34; II Tawarikh 36:1-4).
Firaon mengubah Nama Elyakim menjadi Yoyakim (II Raja-Raja 23:34-36), dan ia tunduk di bawah kekuasaan Firaon dari Mesir kira-kira selama empat tahun (Yeremia 46:2).
Nebukadnezar mengalahkan Firaon dari Mesir di Karkemis, yakni suatu benteng pertahanan yang sangat strategis di perbatasan antara Aram Utara dan Turki.
Benteng ini mengawal tempat peneyeberangan Sungai Efrat.
Kira-kira setahun kemudian, Nebukadnezar memasuki Yerusalem, mengobrak abrik kota itu dan menjarah semua harta benda yang ada di Bait Allah termasuk bejana-bejana dari emas.
Ia juga menawan banyak kaum muda Yehuda ke Babel, termasuk Daniel dan ketiga sahabatnya (Daniel 1:1-3,6; Yehezkiel 33:21).

Nebukadnezar membiarkan Yoyakim menjadi sebagai raja bonekanya.
Setelah tiga tahun tunduk di bawah kekuasaannya, Yoyakim memberontak terhadap pemerintahan Babel (II Raja-Raja 24:1).
Alkitab tidak mencatat apakah ia meninggal atau dibunuh ketika Nebukadnezar, raja Babel maju melawan dia, membelenggunya dengan rantai tembaga untuk membawanya ke Babel (II Tawarikh 36:6). Kemudian Yoyakin, putra Yoyakim yang berusia 18 tahun (yang juga dikenal sebagai Konya) menduduki takhta raja (I Tawarikh 3:16-17; Yeremia 22:24; 24:1; 27:20; 28:4; 37:1).
Ia menuruti cara-cara dan sikap ayahnya yang jahat (II Raja-Raja 24:8-9).
Karena itu ia terkena kutuk dari Allah dan kehilangan tempat atau posisinya dalam garis keturunan Mesias (Yeremia 22:30).
Tiga bulan kemudian, Yoyakin ditawan ke Babel bersama-sama dengan Yehezkiel dan sepuluh ribu orang yang berpengaruh serta tukang-tukang;
dan ia (Nebukadnezar) mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN (yang tersisa) .... tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. (II Raja-Raja 24:8-16).

Nebukadnezar kemudian mengangkat Matanya, yang adalah putra ketiga Yosia dan juga paman dari Yoyakin, untuk memerintah Yehuda.
Namanya diganti menjadi Zedekia (Yehezkiel 24:17; I Tawarikh 3:15).
Kira-kira 10 tahun kemudian, Zedekia pun memberontak melawan Nebukadnezar, sehingga Nebukadnezar kembali menyerang Yerusalem, merobohkan temboknya dan kali ini ia menghancurkan Bait Allah yang telah dibangun oleh Salomo (II Raja-Raja 24:18 - 25:21; II Tawarikh 36:11-21).

Yehezkiel ditawan kira-kira delapan tahun setelah Daniel ditawan ke Babel.
Yehezkiel ditempatkan di Tel-Abib di sepanjang Sungai Kebar -- suatu terusan irigasi yang mengalirkan air dari sungai Efrat ke ladang-ladang pertanian di pedalaman yang kemudian menyatu kembali dengan Sungai Efrat.

Yehezkiel bernubuat selama 22 tahun (Yehezkiel 1:2; 29:17).
Beritanya dapat dikategorikan ke dalam 8 pokok utama:

1. Penglihatan ajaib tentang Tuhan Allah yang berada dalam segala kemuliaanNya dan yang mengendalikan serta mengatur setiap perkara yang terjadi di dunia (Yehezkiel 1 - 3);

2. Nubuatan-nubuatan tentang hukuman atas Yerusalem dan KerajaanYehuda karena sikap mereka yang tidak mengindahkan Firman Allah yang membawa kehancuran Yerusalem dan penawanan atas Yehuda (Yehezkiel 4 - 24);

3. Pemberitaan Yehezkiel tentang hukuman atas bangsa-bangsa sekitar (Yehezkiel 25 - 32);

4. Para tawanan mendapat laporan bahwa Yerusalem dan Bait Allah telah dihancurkan (Yehezkiel 33);

5. Hukuman terhadap para pemimpin Israel yang berdosa dan terhadap Edom (Yehezkiel 34 - 35);

6. Yehezkiel secara ajaib menerima jaminan dari Allah bahwa umat Israel akan dikumpulkan dari antara bangsa-bangsa kafir dan akan kembali mewarisi tanah mereka (Yehezkiel 36); Pemulihan Israel tersebut digambarkan sebagai tulang-tulang kering yang hidup kembali (Yehezkiel 37);

7. Campur tangan Allah ketika musuh-musuhNya bangkit dan negeri itu dibersihkan dari musuh-musuhnya (Yehezkiel 38 - 39);

8. Penglihatan Yehezkiel yang terakhir tentang Bait Allah masa yang akan datanng yang penuh dengan kemuliaan serta penyembahan yang baru (Yehezkiel 40 - 48).

Perkataan Firman Tuhan datang kepadaku ditemukan kira-kira 60 kali dalam kitabYehezkiel.
Gelar Anak Manusia adalah gelar mesias dan ditemukan lebih dari 90 kali.
Yesus menggunakannya ketika Ia berbicara tentang DiriNya (Lukas 5:24; 6:5).
Stefanus pun menggunakannya ketika ia dilempari batu, lalu ia menjelaskan penglihatan sorgawinya dengan berkata:
Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah (Kisah 7:56).

Pokok pikiran utama dalam kitab ini adalah:
Mereka akan mengenal Akulah Tuhan, Allah mereka. Perkataan ini ditemukan kira-kira 68 kali.

DANIEL


Daniel adalah pemuda yang bersama-sama dengan Hananya, Misael, dan Azarya ditawan ke Babel bersama dengan beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan (Daniel 1:3).
Mereka adalah termasuk dalam kelompok para tawanan pertama yang diangkut ke Babel ketika Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem dan menawan Raja Yoyakim (Daniel 1:1-7).
Di kota Babilon, Daniel menyaksikan kejahatan di sekililingnya, namun ia tak pernah mengkompromikan keyakinannya yang ia ketahui sebagai kehendak Allah.

Yehezkiel dan Daniel berada di Babel pada waktu yang bersamaan.
Daniel telah berada di Babel kira-kira sepuluh tahun barulah Roh Kudus menggerakkan Yehezkiel untuk memuji kesalehan Daniel yang luar biasa, dengan mengatakan:
Biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub,..... demikianlah firman Tuhan ALLAH...... mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka (Yehezkiel 14:14,20) .

Pasal pertama ditulis dalam bahasa Ibrani, pasal 2 sampai 7 ditulis dalam bahasa Aram, yang merupakan bahasa yang digunakan orang banyak. Pasal 1 sampai 6 menjelaskan bagaimana Daniel dan rekan-rekan tawanan yang karena ketaatan kepada Allah bisa berhasil dan menang melintasi tekanan serta tantangan hidup yang mengancam dan dapat menghancurkan kehidupan mereka.
Pasal 3 dan 6 menceritakan tentang kelepasan ajaib yang dialami mereka.
Pasal 4 dan 5 menjelaskan tentang hukuman atas para penguasa.
Pasal 7 melaporkan tentang penglihatan Daniel mengenai keempat binatang.
Pasal 8 sampai 12, kembali Daniel menulis dalam bahasa Ibrani tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Hanya Daniel yang ternyata dapat menjelaskan arti dari patung raksasa dalam mimpi Nebukadnezar dalam pasal 2.
Ini merupakan cara yang digunakan Allah untuk mengalihkan Daniel kepada posisi yang terkemuka dalam pemerintahan.
Patung dalam mimpi Nebukadnezar dalam pasal 2 dan binatang-binatang yang dinyatakan dalam penglihatan Daniel dalam pasal 7, keduanya menjelaskan tentang pemerintahan kerajaan-kerajaan Babel, Persia, Yunani, dan Roma secara berturut-turut.
Ini adalah bangsa-bangsa yang akan memerintah dunia secara bergantian yang dimulai dari pemerintahan Nebukadnezar sampai genap zaman bangsa-bangsa itu (Lukas 21:24).
Menjelang akhir zaman, seorang pemimpin dunia akan muncul yang dikenal sebagai antikristus yang akan berperang melawan orang-orang kudus (Daniel 7:21).
Namun Yesus Kristus akan kembali dan mengalahkannya dan akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya (Daniel 2:44).
Kerajaan ini dilukiskan lewat sebuah Batu yang tidak diperbuat oleh tangan manusia, yang akan menjadi semakin besar seperti gunung yang akan memenuhi seluruh bumi (Daniel 2:34-35).

Pelayanan Daniel mencakup keseluruhan 70 tahun penawanan Yehuda.
Ia bertugas sebagai pembesar di istana kerajaan Kasdim, Medi dan Persia. Daniel menulis pada waktu orang-orang Yahudi sedang mengalami penindasan yang sangat merendahkan dan ketika bangsa itu sedang berdukacita yang sangat dalam atas kehilangan semua harta benda mereka.
Kitab Daniel merupakan penghiburan bagi para tawanan di Babel, karena kitab ini memberikan jaminan mengenai kemenangan Israel yang terakhir atas segala musuh-musuhnya.
Kitabnya ini rupanya menjadi acuan dari orang-orang majus yang muncul beberapa ratus tahun kemudian ketik mereka mau mencari Yesus, karena mereka mengatakan:
Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur (Matius 2:2)

Kitab ini menceritakan kekuasaan Allah atas seluruh makhluk ciptaanNya, termasuk setiap manusia dan pemerintahan di dunia ini.
KeraajaanNya akan memenuhi seluruh bumi.
Walaupun mudah sekali untuk terperangkap kepada keasyikan membicarakan hal-hal mendetail tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, namun perhatian utama kita adalah kepada pentingnya ketaatan yang jelas merupakan maksud utama penulisan kitab ini.
Hal ini hanya dapat terlaksana bila kita giat membaca FirmanNya setiap hari untuk dipersiapkan dalam perjumpaan kita dengan Tuhan.
Bangsa-bangsa akan bangkit dan jatuh, tetapi Kerajaan Allah akan tetap selama-lamanya.

Yesus mengutip nabi Daniel ketika Ia berbicara tentang Pembinasa keji (Matius 24:15; Markus 13:14; bandingkan Daniel 9:27; 11:31; 12:11) dan tentang siksaan yang dahsyat (Matius 24:21; bandingkan Daniel 12:1) yang akan terjadi.
Kristus juga mengutip Daniel ketika Ia mengatakan tentang tanda Anak Manusia di langit (Matius 24:30; bandingkan Daniel 7:13-14).

Ditengah situasi ketika di mana kekuatan Iblis sedang merajalela, kita harus tetap ingat bahwa Daniel telah digerakkan oleh Roh Kudus tiga kali untuk memberi jaminan kepada setiap anak Allah bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya (Daniel 4:17,25,32).

HOSEA


Nabi Hosea diam di Israel, Kerajaan Utara dan ia bernubuat selama kira-kira 50 tahun. Pelayanannya terjadi selama generasi terakhir Kerajaan Utara, mungkin pada beberapa tahun terakhir dalam pemerintahan Yerobeam II, sebelum serangan bangsa Asyur yang mengakhiri Kerajaan Israel itu (Hosea 8:9).

Tampaknya selama pelayanan Hosea sebagai nabi, Kerajaan Utara sedang mengalami kemakmuran yang sangat besar dan perluasan wilayahnya.
Ini disebabkan oleh kemerosotan Aram dan Moab yang mengakibatkan Kerajaan Utara itu menguasai sebagian besar jalur perdagangan timur-barat di kawasan itu.
Namun, pusat penyembahan patung emas yang telah didirikan sebelumnya di kota Betel dan Dan telah menyiapkan jalan bagi menyusupnya penyembahan kafir yang tak bermoral yakni penyembahan kepada dewa Baal dan Asytoret (I Raja-Raja 12:28-32; Juga Hosea 2:13; 10:5-6; 13:2).

Israel telah melanggar hubungan perjanjiannya dengan Allah, sama seperti seorang istri yang telah berselingkuh dengan kekasih lain dan telah mengingkari perjanjian nikahnya (Hosea 2:7-13). Hosea telah mengalami banyak penderitaan dan rasa malu karena tindak tanduk Gomer, istrinya. Pengalaman pahit ini telah menyiapkannya untuk memahami dukacita yang Allah rasakan atas kejahatan yang dilakukan bangsa Israel.
Ia juga menyadari bahwa dosa-dosa mereka bukan hanya pelanggaran terhadap Hukum Allah, melainkan juga merupakan penghinaan kepadaNya dan kasihNya bagi mereka.
Karena kasih Hosea yang rela mengampuni istrinya yang telah menyeleweng, maka hubungan dengan istrinya itu dipulihkan.
Lewat pengalaman ini ia pun mengajak orang-orang Israel untuk bertobat dari perzinahan rohani yakni penyembahan berhala dan berbalik kepada Allah yang karena kasih dan kemurahanNya akan dapat memulihkan pemeliharaan dan berkatNya ke atas bangsa itu (Hosea 2:8,16; 10:12; 11:8-9; 12:6; 14:1,4).

Hosea disebutkan beberapa kali di dalam Perjanjian Baru (bandingkan Hosea 6:6 dan Hosea 12:6 dengan Matius 9:13; 12:7; and Hosea 10:8 dengan Wahyu 6:16).

YOEL


Hari Tuhan disebutkan lima kali (Yoel 1:15; 2:1,11,31; 3:14) dan Yehuda disebutkan enam kali (Yoel 3:1,6,8,18-20).
Namun karena Kerajaan Utara tidak disebutkan, maka kita menduga negeri itu telah dihancurkan oleh bangsa Asyur dan Yerusalem akan segera mengalami kehancuran oleh bangsa Babel.
Namun tak seorangpun yang dapat memastikan kapan dalam sejarah nabi Yoel menulis kitabnya karena tak ada raja atau nabi lain yang disebut dalam kitabnya.

Berita dari Yoel merupakan peringatan kepada Yehuda, Kerajaan Selatan, mengenai akan datangnya bencana nasional, karena sikap mereka yang tidak mengindahkan Firman Allah.
Yoel menggambarkannya sebagai serangan belalang yang menyapu negeri, merusak seluruh tanaman, membuat setiap pohon gundul dan akhirnya membawa bencana kelaparan yang dahsyat.
Ia menubuatkan akan datangnya suatu bangsa yang kuat dan tidak terbilang banyaknya (Yoel 1:6) yang akan menyerang dan memakan habis sehingga meninggalkan di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput (Yoel 2:3).
Serangan ini datangnya dari utara (Yoel 2:20) yang membawa kehancuran total bagi bangsa Yehuda karena dosa-dosanya.

Nabi itu juga menubuatkan akan datangnya hari Tuhan ketika Allah akan mencurahkan RohNya ke atas semua manusia (Yoel 2:28).
Kita sekarang sedang hidup di hari-hari terakhir yang dimulai sejak hari Pentakosta, ketika para muridNya penuh dengan Roh Kudus, lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (Kisah 2:4). Rasul Petrus mengatakan: Itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel (Yoel 2:16).

Kemudian Petrus mengutip Yoel sama seperti yang dilakukan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma:
Barang siapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan (Yoel 2:32; Roma 10:13).
Ini berarti bahwa setiap orang yang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menerima Roh Kudus sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh nabi Yoel (Kisah 2:38; Yohanes 7:37-38; 16:7).

Nubuatan Yoel juga menyatakan tentang waktu hukuman Tuhan itu akan menimpa yakni ketika Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat (Yoel 3:2). Lembah Yosafat, yang dikenal sekarang sebagai Lembah Kidron dan juga sebagai Lembah Keputusan, menunjuk kepada tempat di mana bangsa-bangsa yang menentang Kerajaan Allah akan berkumpul untuk diadili.

Peristiwa historis ini digunakan untuk menggambarkan masa gemilang ketika Yesus Kristus akan menaklukkan musuh-musuhnya.
Raja Damai yang berkemenangan akan mengakhiri seluruh peperangan dan akan memulaikan pemerintahanNya yang penuh damai:
Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi..... TUHAN tetap diam di Sion (Yoel 3:17,21).

my song

Pengikut