Jumat, 24 Juni 2011

MENGAPA ORANG KRISTEN BERIBADAH PADA HARI MINGGU DAN BUKAN SABAT SABTU???



Dalam Perjanjian Lama diajarkan ritual Sabat, yaitu perhentian pada hari ketujuh (Sabtu) dari semua pekerjaan. Namun adat-istiadat Yahudi lama kelamaan tidak lagi mengerti hakekat Sabat yang memberi kelegaan/istirahat tetapi kemudian menjadikan Sabat sebagai syariat yang memberatkan umat. 

Yesus datang menjadi Tuhan atas Sabat dan untuk menggenapkan hari kelegaan/perhentian yang sebenarnya.

Kamis, 23 Juni 2011

DARI PESAKH KE PASKAH


Gerakan Kembali ke Akar Yudaik secara pelahan tapi pasti telah menggeser hari Paskah Kebangkitan kembali menjadi Pesakh Yahudi yang dirayakan pada hari Sabtu dan didahului dengan perjamuan roti tidak beragi pada malam sebelumnya.

Sebenarnya kedua kata PESAKH dan PASKAH itu sama, namun pengertiannya di tulisan ini dibedakan, 

Kamis, 09 Juni 2011

APA ITU BAPTISAN ROH KUDUS???



Bila baptisan air yang kelihatan dapat menimbulkan kesalahpengertian, maka 'Baptisan Roh' yang tidak kelihatan lebih lagi dapat menghasilkan kontroversi yang tak berkeputusan termasuk di kalangan aliran yang menjadikan hal ini sebagai inti ajaran.
Dalam Alkitab dengan jelas disebutkan bahwa: 
"Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." (Mat.3:11;Mrk.1:7-8;Luk.3:16;Yoh.1:32-34).



Apakah Baptisan Roh Kudus Itu?


Pada umumnya penganut gerakan Pentakosta dan Kharismatik melihat Baptisan Roh Kudus (BRK) sebagai pengalaman khusus yang harus dialami oleh umat Kristen seperti yang dialami oleh para Rasul di Yerusalem pada hari Pentakosta (Kis.2:1-4). 
Peristiwa ini dipercaya sebagai penggenapan janji yang diucapkan Yesus sendiri, sebab Ia mengatakan: "Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus" (Kis.1:5), dan umat Kristen akan 'penuh dengan Roh Kudus' (Kis.2:4). 

CARA BAPTISAN, PERCIK ATAU SELAM???


Masalah baptisan yaitu salah satu sakraman yang dipercayai oleh umat Kristen ternyata bukanlah masalah sederhana. 
Dalam sejarah gereja kita melihat bahwa soal baptisan ini cukup ramai diperdebatkan khususnya mengenai 'bagaimana cara seseorang itu dibaptiskan', apakah dengan diselam atau dipercik?

BAGAIMANA SOAL BAPTISAN ANAK ???


Dalam artikel 'CARA BABTISAN, SELAM ATAU PERCIK??' 
telah dibahas aspek baptisan dilihat dari sudut manusia yang melakukannya, tetapi bagaimana dengan praktek membaptiskan anak-anak atau bayi yang dilakukan gereja-gereja tertentu? 
Demikian juga kita perlu mengetahui apakah makna baptisan itu dimata Tuhan Yesus?


TANYA JAWAB SEPUTAR BAPTISAN


Kiranya Tanya-Jawab ini memperjelas artikel Baptisan



APAKAH ORANG YANG MATI BISA DATANG???



Banyak orang mengambil kisah saul di endor (1 samuel 28) ini untuk menguatkan argumennya kalau manusia yang sudah mati, rohnya masih bisa datang kembali....apakah benar??? 
dan banyak ayat-ayat Alkitab yang sulit dimengerti, antara lain adalah soal ‘Benarkah 'roh' yang dipanggil petenung di Endor adalah 'roh/arwah Samuel?' 

Kamis, 17 Maret 2011

HARRY POTER


Harry Potter sekarang sudah menggeser Pokemon dari khasanah candu anak-anak. 
Pokemania sudah digantikan Pottermania, ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Mulainya memang seorang penulis Inggeris bernama Joane Kathleen Rowling (lahir 1965 di Chipping Sodburry) yang belum tenar menjadi guru bahasa Inggeris di Portugal.
Di sana ia menikah dengan wartawan bernama Jorge Arrantes dan melahirkan anak Jessica.
Belum lama anak itu lahir mereka bercerai dan Joane kembali ke Edinburg (1993) dengan anaknya dalam keadaan belum berhasil.

Jumat, 25 Februari 2011

ALKITAB ITU PERKATAAN MANUSIA, MITOS ATAU FIRMAN ALLAH???



Jika Alkitab bukan Firman Tuhan, lalu perkataan siapakah yang terdapat didalamnya?
Kita hanya dapat membuat dua perkiraan, yang satu Alkitab adalah perkataan manusia dan yang lain Alkitab adalah perkataan setan.

Apakah Alkitab merupakan firman Tuhan?
Kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor di bawah ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.


10 ALASAN UNTUK PERCAYA ALKITAB




Ada 10 alasan mengapa alkitab bisa dipercaya dan bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah atau di hadapan manusia

ALKITAB BAGI SEMUA ORANG



Pada saat Alkitab lengkap masih dianggap suatu buku baru, sudah ada orang-orang yang tak dapat membacanya.
Dengan kata lain, pada abad ketiga (sama seperti pada abad ke 20 !) ada orang-orang yang kurang pandai membaca bahasa Ibrani dan bahasa Yunani.
Jadi, pada abad itu sudah perlu adanya terjemahan dari bahasa-bahasa asli Firman Allah tersebut.

Bahkan sebelum penulisan Kitab Perjanjian Baru, sudah ada banyak orang yang membutuhkan suatu terjemahan Kitab Perjanjian Lama.
Pada abad ketiga sebelum Masehi, bahasa Yunani sudah umum dipakai di mana-mana di daerah Timur Tengah.
Banyak orang Yahudi yang dapat berbicara bahasa Yunani, tetapi tidak menguasai bahasa nenek moyangnya--khususnya orang Yahudi yang merantau di negeri Mesir.

ALKITAB TERJEMAHAN DAN KANONISASI



Mengapa Alkitab tidak dipertahankan dalam bahasa aslinya saja untuk mengurangi kesalahan penerjemahan?
Seringkali ada penerjemahan yang kurang tepat sehingga harus melihat dulu dari bahasa aslinya baru tahu yang dimaksud itu seperti apa.
Yang jadi masalah adalah banyak keyakinan yang timbul, yang terkadang menimbulkan kontroversi, padahal ayat tersebut diambil dari ayat berbahasa Indonesia yang artinya kurang begitu tepat kalau dilihat dari bahasa aslinya.
Bagaimana bila kasus seperti ini terjadi pada teman-teman seiman yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa asli alkitab ?


OTORITAS ALKITAB



Penyebab terbesar dari kekacauan di dalam gereja dewasa ini adalah kurangnya otoritas yang dapat disandari.
Banyak usaha dilakukan untuk mensuplai otoritas ini melalui keputusan-keputusan sidang gerejawi, pertemuan yang eksistensial dengan "firman" tetapi yang tidak bisa dipahami maksudnya, atau dengan cara-cara lain.
Tapi tak satupun pendekatan itu dapat dikatakan berhasil.
Lalu apa yang salah?
Apakah sebenarnya sumber otoritas bagi orang Kristen?? 


MENGAPA ADA 4 INJIL???



Keempat Injil, sebagaimana diketengahkan secara berurutan di dalam Perjanjian Baru adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
Pertanyaan yang sering diajukan adalah, mengapa empat?
Tidakkah satu saja memadai? 


Senin, 21 Februari 2011

KEJADIAN


Laporan yang diilhamkan oleh Allah, yang dikenal sebagai Kitab Suci ini, menyatakan bahwa Allah adalah Pribadi yang Hidup, Pencipta tertinggi dan berkuasa mutlak atas seluruh alam ini (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:16-17).

Kalimat pertama pada satu-satunya wahyu Allah kepada manusia ini diawali dengan perkataan:
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1).
Kitab Kejadian adalah buku pertama dari lima buku yang diilhamkan Allah kepada Musa untuk ditulis.

KELUARAN


Pasal-pasal terakhir dalam Kejadian menceritakan bagaimana Yakub dan keluarganya berangkat ke Mesir pada waktu Yusuf sedang menduduki jabatan tertinggi di bawah raja Firaun di Mesir.
Pada waktu itu, keluarga Yakub berjumlah 70 orang.
Karena Yusuflah maka Firaun memberikan tanah Gosen, suatu kawasan yang sangat subur di Mesir, sebagai tempat kediaman umat Israel.
Setelah kematian Yusuf, martabat yang tinggi yang pernah dirasakan umat Israel di Mesir berangsur pudar.


IMAMAT


Kitab Imamat merupakan lanjutan dari peristiwa-peristiwa dalam Kitab Keluaran yang berakhir dengan penyelesaian pembangunan Kemah Suci.
Hanya satu bulan telah berlalu di antara peristiwa-peristiwa dalam Keluaran dan peristiwa dalam Kitab Bilangan (Keluaran 40:17; Bilangan 1:1).

Coba perhatikan ruang yang Allah berikan untuk Kitab Imamat.
Hanya 27 ayat dalam Kejadian yang digunakan untuk menjelaskan seluruh Penciptaan, tetapi ada 27 pasal yang dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana kita menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Selain itu, kitab ini dikutip lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru.

Korban-korban dalam Kitab Imamat merupakan penjelasan yang paling lengkap dalam seluruh Alkitab mengenai karya penebusan Juruselamat bagi dosa manusia.

Istilah-istilah bahasa Ibrani untuk kudus, kekudusan, dan menguduskan muncul kira-kira 150 kali dalam kitab ini.
Walaupun keimaman Lewi dan sistim pengorbanan telah berhenti, namun prinsip-prinsip yang sama ini masih cocok diterapkan bagi orang-orang Kristen pada masa kini.
Karena tanpa kekudusan, tidak seorangpun melihat Tuhan (Ibrani 12:14).

Kitab Imamat terbadi dalam dua bagian utama.
Pasal 1 - 17 mengemukakan dasar persekutuan manusia dengan Allah -- nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu (Imamat 17:11; Ibrani 9:22).
Darah dari binatang yang dikorbankan menutupi dosa-dosa umat hanya sementara saja dan harus diulang kembali untuk setiap dosa yang dilakukan secara tidak disengaja.
Namun, darah binatang yang dikorbankan itu melambangkan darah Yesus yang telah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa untuk selama-lamanya (Ibrani 10:12; 9:14).

Lima persembahan korban diperlukan untuk memberi pengertian yang lengkap mengenai berkat-berkat yang indah yang akhirnya akan datang melalui satu persembahan korban yang terakhir yaitu kematian Tuhan Yesus Kristus (1 Yohanes 1:7).

Bagian yang kedua menjelaskan tentang tujuh hari raya dalam pasal 18 - 27.
Seluruh hari raya maupun korban persembahan melambangkan tentang Kristus.

Petunjuk pelaksanaan hari-hari raya telah disampaikan di padang gurun ketika seluruh suku berkumpul di sekitar Kemah Suci, kira-kira 500 tahun sebelum Bait Allah dibangun.
Namun, hari-raya-hari raya itu diberi jarak waktu agar semua orang yang diam di Tanah Perjanjian itu dapat pergi ke Yerusalem tiga kali setahun untuk merayakan ketujuh hari raya yang telah diperintahkan itu -- Tiga kali setahun segala orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN, Allah Israel (Keluaran 34:23).

Perjalanan yang pertama ke Yerusalem dilaksanakan pada bulan pertama tahun ibadah itu ketika ke 3 Hari Raya diperingati:
(1) Hari Raya Paskah, yang mulai pada malam hari yang ke 14;
(2) Hari Raya Roti Tidak Beragi, mulai pada hari ke15 dan berlangsung terus selama seminggu;
(3) Hari Raya Hulu Hasil, pada hari sesudah Sabat dalam minggu itu (Imamat 23:1-44).

Perjalanan kedua, yang dilaksanakan tujuh minggu kemudian, memperingati Hari Raya Tujuh Minggu atau yang dikenal dengan Hari Pentakosta -- Kisah 2:1, yang jatuh pada hari Minggu, pada hari sesudah Sabat, tepatnya 50 hari setelah Hari Raya Hulu Hasil.

Kelompok hari raya yang ketiga diperingati pada bulan ke tujuh.
Termasuk di dalamnya adalah Hari Raya Serunai pada hari pertama; Hari Raya Pendamaian pada hari ke sepuluh; dan Hari Raya Pondok Daun dari hari ke lima belas sampai hari ke dua puluh dua.

Selain ke tujuh hari raya juga ada hari Sabat, yang juga dinamakan hari raya.
Ada Sabat mingguan dan beberapa Sabat khusus yang juga sering disebut pertemuan kudus (Imamat 23:2-4,7-8,21,24,27,35-37).
Semua ini merupakan kesempatan untuk bersekutu bersama-sama dan merayakan kebaikan-kebaikan Tuhan dan kesempatan mendengarkan ajaran dari FirmanNya yang kudus.
Pada saat itu seorangpun tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan - di segala tempat kediamanmu (Imamat 23:3,14,21,31).

BILANGAN


Kitab Bilangan mengulangi kembali sejarah Israel sejak mereka tiba di Gunung Sinai sampai mereka mencapai kawasan Lembah Moab hampir 40 tahun kemudian.

Kitab ini terbagi dalam 3 bagian :

1. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Gunung Sinai, Bilangan 1:1 - 10:10
Setelah umat Israel berada di Gunung Sinai selama kira-kira satu tahun, Tuhan menyuruh agar menghitung jumlah seluruh laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas.
Perhitungan itu menyatakan bahwa ada 603,550 laki-laki yang memenuhi syarat untuk menjadi tentara Israel.

2. Peristiwa-peristiwa selama 38 tahun pengembaraan di padang gurun, Bilangan 10:11 - 21:35
Pada hari ke dua puluh bulan kedua pada tahun kedua, Tuhan mengangkat awan hadiratNya dari Kemah Suci lalu umat Israel mengikuti awan yang bergerak maju menuju Kades-barnea, kira-kira 160 mil ke arah utara.
Namun tak lama kemudian orang banyak itu mulai bersungut-sungut dan memberontak (Bilangan 11:1-10; Mazmur 78:30-37; 106:13-14).
Akhirnya umat Israel itu tiba di Kades-barnea, dan di tempat itu umat Israel memaksa untuk mengintai dahulu keadaan Tanah Perjanjian itu sebelum memasukinya (Bilangan 13-14; Ulangan 1:22-40).

Dua belas pengintai diutus dan ketika mereka kembali 40 hari kemudian (Bilangan 13:25), 10 dari mereka mengajukan keberatan untuk memasuki tanah itu karena ada raksasa-raksasa dan tembok yang kokoh yang mengelilingi kota-kota di negeri itu.
Walaupun Yosua dan Kaleb memberi jaminan: Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka (Bilangan 13:30; 14:9).
Namun segenap umat mengancam hendak melontari kedua orang itu (Yosua dan Kaleb) dengan batu (Bilangan 14:10).

Pemberontakan umat Israel berakibat 38 tahun pengembaraan yang sia-sia di padang gurun sampai seluruh orang yang berusia 20 tahun ke atas meninggal.
Hanya Yosua dan Kaleb, yang beriman dari generasi pertama yang akhirnya memasuki tanah itu.

Pemberontakan yang lain terjadi ketika Korah, Datan, Abiram beserta 250 orang terkemuka dari umat itu berkumpul menentang kepemimpinan Musa dan Harun.
Allah menegaskan dukunganNya terhadap kepemimpinan Musa dengan mengirimkan gempa bumi yang mengakibatkan tanah terbelah dan menelan mereka yang membangkang itu.
Karena mereka tidak mau mengakui peristiwa ini sebagai hukuman dari Allah, maka umat langsung mengecam Musa dan Harun sehingga berakibat 14,700 pembangkang meninggal (Bilangan 16:49; 17:10).

Kemudian, ketika umat itu kembali bersungut terhadap Musa, ribuan dari mereka dipagut oleh ular berbisa dan meninggal.
Musa kemudian memohon doa kepada Tuhan dan Tuhan menuruhnya untuk menaikkan ular tembaga pada sebuah tiang agar setiap orang yang memandang ular itu akan sembuh (Bilangan 21:4-9).

Ketika mereka berangkat menuju ke arah utara, umat Israel berjumpa dengan Sihon, raja Amori, dan Og, raja Basan.
Bangsa Israel berhasil mengalahkan keduanya dalam medan peperangan dan menduduki wilayah mereka di sebelah timur sungai Yordan dan Laut Mati (Bilangan 21:21-35).

3. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Lembah Moab: Petunjuk-petunjuk untuk penaklukkan, Bilangan 22:1 - 36:13
Dalam persiapan memasuki tanah Kanaan, umat Israel berkumpul di padang Lembah Moab.
Padang ini terletak di sebelah utara Laut Mati, ke arah timur Sungai Yordan, bersebelahan dengan Yerikho, kira-kira 230 mil dari Gunung Sinai.
Peristiwa ini diikuti dengan upaya dari Balak, Balaam, dan orang-orang Midian yang ingin menaklukkan umat Allah dengan cara membujuk mereka untuk berbuat kejahatan moral.
Dan oleh karena kejahatan mereka, 24,000 orang Israel meninggal (Bilangan 22:12; 25:1-9).
Allah mengharuskan kematian seluruh orang Midian dan mereka membunuh Balaam dengan pedang (Bilangan 31:1-18).

Kemudian Tuhan menyuruh Musa dan Eliezer untuk menghitung kembali semua laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas dari generasi yang baru, seperti yang telah dilakukan 38 tahun sebelumnya di Gunung Sinai.
Hasil perhitungan berjumlah 601,730 orang (Bilangan 26:51).

ULANGAN


Pada tahun ke 40 setelah umat Israel meninggalkan Mesir, Musa menegaskan kembali Hukum Allah kepada generasi yang baru, yang adalah anak cucu umat Israel yang pertama meninggalkan Mesir dan sekarang diam di Lembah Moab, sambil menanti saatnya untuk memasuki Tanah Perjanjian (Ulangan 29:1-5).
Namun kitab Ulangan lebih dari sekedar ringkasan dari Hukum Allah yang telah disampaikan melalui Musa di gunung Sinai.
Kitab ini merupakan suatu wahyu yang baru tentang Allah dan kasihNya.
Dari Kejadian sampai Bilangan, kasih Allah itu tak pernah disebut-sebut; namun sekarang, empat kali Musa menegaskan: Ia mengasihi nenek moyangmu ...... Tuhan mengasihi kamu (Ulangan 4:37; 7:7-8; 10:15; 23:5).

Berita yang disampaikan Musa kepada umat dimulai dengan pengulangan kembali perjalanan mereka di padang gurun dan kegagalan yang di alami oleh nenek moyang mereka (Ulangan 1:1-11).
Juga ia mendorong mereka agar mentaati Firman Allah (Ulangan 4:1-40).

Ia mengingatkan umat bahwa Tuhan telah mengadakan perjanjian dengan mereka di Horeb (Gunung Sinai).
Kemudian, sesudah menegaskan kembali Ke Sepuluh Hukum kepada mereka (Ulangan 4:44; 5:33), Musa juga mengingatkan untuk tidak melupakan Allah nenek moyang mereka, yang adalah satu-satunya Allah yang benar, dan menasihatkan umat untuk tetap mengasihi Tuhan (Ulangan 6:1-25).
Juga pentingnya ketaatan kepada Firman Tuhan ditekankan dan perlunya mengajarkannya dengan giat kepada anak-anak mereka.
Termasuk dalam nasihat-nasihat ini adalah awasan tentang hukuman yang akan menimpa para penyembah berhala dan bahayanya sikap bersandar kepada kemampuan diri sendiri dan sikap melupakan Allah (Ulangan 8:1 - 10:5).

Musa juga menegaskan tentang kehidupan yang penuh dengan ketaatan dan kasih dengan mengatakan: Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan Allahmu, selain dari ...... mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu ....... dan berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu (Ulangan 10:12-13).
Nasihat ini diikuti dengan petunjuk mengenai tempat beribadah di Tanah Perjanjian (Ulangan 12:10-14).
Selain itu, mereka juga harus menghancurkan segala bentuk agama yang palsu -- termasuk mezbah-mezbah, patung-patung dan kota-kota yang menjadi pusat berhala-berhala.
Setiap orang yang merayu orang lain untuk menyembah berhala harus dibunuh (Ulangan 12:1-3,29-32; 13:1-18).

Juga kitab ini berisi nasihat-nasihat tentang pemerintahan, kehidupan pribadi dan sosial, pentingnya memberi persepuluhan dan korban-korban persembahan (Ulangan 12:5-28; 14:22-29), dan pelaksanaan tiga hari raya yang besar yaitu Paskah, Pentakosta, dan Pondok Daun (Ulangan 16:1-17).
Juga yang tidak kalah penting adalah nubuatan mengenai seorang Nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku (Musa); dialah (Kristus) yang harus kamu dengarkan (Ulangan 18: 15).
Seribu lima ratus tahun kemudian, Petrus menerapkan nubuatan ini kepada Kristus (Kisah 3: 22-23), sebagaimana juga dilakukan oleh Stefanus (Kisah 7:37; lihat juga John 1:21).

Musa ingin membaharui kembali perjanjian Tuhan yang telah disampaikan di gunung Sinai (Horeb) yang berisi di antaranya adalah berkat-berkat terhadap ketaatan dan kutuk terhadap ketidaktaatan (Ulangan 27:1 - 28:68).
Setelah menyeberang masuk ke Tanah Perjanjian, umat Israel harus mempersembahkan korban bakaran dan korban perdamaian, dan harus mengukirkan Huku Allah pada dua tiang batu yang akan didirikan di gunung Ebal di mana di tempat itu mereka juga harus mengucapkan kutuk terhadap ketidaktaatan. Berkat-berkat untuk ketaatan harus disampaikan dari Gunung Gerizim.

Musa kembali menasihatkan umat Israel untuk mengasihi Tuhan ..... mendengarkan suaraNya .... berpaut padaNya, sebab Ia adalah sumber kehidupanmu (Ulangan 30:20).

Kemudian Musa disuruh menulis sebuah nyanyian yang Allah berikan kepadanya dan kemudian mengajarkannya kepada umat sebagai saksi bagiKu (Allah) (Ulangan 31:19-22,30; 32:1-43).

Kitab ini berakhir dengan Yosua, yang diperintahkan oleh Musa untuk mengambil alih sebagai pemimpin umat Israel.

Istilah-istilah kunci seperti mentaati dan melakukan terdapat lebih dari 170 kali dalam kitab ini.

YOSUA


Kitab Yosua mencakup periode kira-kira 25 tahun dan kitab ini merupakan lanjutan sejarah yang disampaikan dalam Ulangan.
Sejauh ini Tuhan telah berbicara kepada beberapa orang secara pribadi melalui mimpi-mimpi, penglihatan-penglihatan, atau dengan perantaraan malaikat, maupun berbicara langsung kepada Musa. Sekarang suatu metode yang baru diperkenalkan.

Lima kitab Musa diberikan sebagai suara Allah yang tertulis kepada seluruh pengikutNya yang setia:
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8).

Ada 8 hal yang ditekankan dalam kitab Yosua :

1. Dua pengintai melakukan pengintaian ke negeri itu dan membuat perjanjian dengan Rahab (Yosua 2:1-24).

2. Bangsa Israel berangkat dari Sitim ke sungai Yordan dan tinggal selama tiga hari untuk menguduskan diri mereka (Yosua 3:5).

3. Menyeberangi sungai Yordan. Pada waktu imam-imam memikul Tabut Perjanjian untuk menyeberangi sungai Yordan, Tuhan membuat air sungai berhenti mengalir agar umat Israel dapat menyeberang. Kemudian Yosua menegakkan dua belas batu peringatan ......supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan Tuhan (Yosua 4:9, 24).

4. Setelah menyeberang, umat Israel diam di Gilgal, dekat tepi sungai Yordan dan Tuhan menyuruh mereka menyunat seluruh lelaki kaum Israel yang lahir di padang gurun (Yosua 5:2,5).

5.Sesudah itu, mereka memperingati Paskah yang pertama di Tanah Perjanjian (Yosua 5:10).

6. Penaklukkan tanah Kanaan (Yosua 5:13 - 12:24). Sesuai dengan petunjuk Tuhan, pasukan Israel berjalan mengelilingi Yerikho dan seluruh penduduknya binasa terkecuali Rahab bersama keluarganya, yang selamat karena imannya kepada Allah Israel (Yosua 2:1-21; 6:22-25).
Setelah penaklukkan Yerikho dan Ai, umat Israel menuju utara ke Gunung Ebal, dekat Sumur Yakub, dan di sana Yosua mendirikan mezbah untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban perdamaian. Berkat-berkat terhadap ketaatan dibacakan di atas Gunung Gerizim; dan kutuk-kutuk karena ketidaktaatan dibacakan di atas Gunung Ebal.
Hal ini merupakan penegasan perjanjian Israel secara nasional dengan Allah (Yosua 8:30-35). Setelah mengadakan perjanjian dengan kaum Gibeon (Yosua 9:1-27), Adoni-zedek Raja Yerusalem -- mengadakan ikatan persahabatan dengan empat raja dari Hebron, Yarmut, Lakhis dan Eglon -- untuk memerangi Gibeon.
Namun Yosua mengalahkan mereka semuanya melalui campur tangan yang ajaib dari Allah (Yosua 10: 1-4,11-14).
Kabar tentang serangan Israel menyebar ke utara, dan Yabin, Raja Hazor mempersatukan para raja yang tersisa di negeri itu bersama dengan pasukan mereka untuk memerangi umat Israel (Yosua 11:1-4).
Walaupun mereka diperlengkapi dengan kereta-kereta perang, raja-raja ini juga mengalami kekalahan dahsyat (Yosua 11: 16-23).

7. Pembagian Tanah (Yosua 13:1 - 22:34).
Setelah menaklukkan Kanaan, setiap suku masing-masing diberi suatu wilayah sebagai tempat kediaman.
Namun, suku Lewi tidak diberi wilayah yang terpisah melainkan diberikan 48 kota yang tersebar di seluruh wilayah kediaman suku-suku itu (Yosua 21:41).
Masuknya Israel, serta penaklukkan tanah itu oleh mereka membuktikan kesetiaan Tuhan dalam menggenapi perjanjian yang Ia telah sampaikan kepada Abraham:
Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi (Yosua 21:43-45; 1:1-6).

8. Berita perpisahan Yosua (Yosua 23:1 - 24:33).
Yosua memanggil seluruh umat Israel untuk mendengarkan kata-kata perpisahannya.
Namun hal penting yang menjadi perhatian utamanya adalah agar mereka benar-benar memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam Kitab hukum Musa, supaya jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri (Yosua 23:6).

my song

Pengikut