Jumat, 07 Mei 2010

APAKAH TRITUNGGAL KRISTEN BERSUMBER DARI AGAMA ATAU KEPERCAYAAN LAIN?

Sesungguhnya memang banyak opini yang bersumber dari non kristen ataupun dari sekte-sekte Kristen seperti Saksi-saksi Yehuwa, Christadelphians, The Way International, yang berpendapat bahwa Tritunggal Kristen [Bapa, Putera, dan Roh Kudus] bersumber dari agama-agama lain. Salah satunya seperti yang termuat dalam topik berita "Historical Development of the Trinity Doctrine = Sejarah Perkembangan dari Doktrin Tritunggal" salah sebuah majalah yang diterbitkan oleh Saksi-saksi Yehuwa :
"History confirms that the Trinity was borrowed from pagans and existed centuries before Jesus came to the earth. Long after his death, it was promoted by those who had been influenced by pagan philosophies and who had apostatized from the true worship of God as taught by Jesus and the apostles." (Watchtower, 1988, June 1, p. 18).
"Sejarah mengungkapkan bahwa Trirunggal berasal dari [kepercayaan] pagan yang ada berabad-abad sebelum Yesus datang ke dunia. Lama setelah kematian-Nya, barulah dipromosikan oleh para [pemuka gereja] yang terpengaruh oleh filsuf-filsuf [kepercayaan] pagan dan yang telah ingkar dari penyembahan kepada Tuhan yang sejati seperti yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul."
Dan dalam salah satu brosurnya "Should you Believe in the Trinity = Haruskah Percaya Kepada Tritunggal" kembali, Saksi-saksi Yehuwa mengkritisi Tritunggal :
"That is why, in the Encyclopaedia of Religion and Ethics, James hastings wrote: "In Indian religion, e.g., we meet with the trinitarian group of Brahma, Siva, and Vishnu; and in Egyptian religion with the trinitarian group of Osiris, Isis, and Horus..." (p. 11).
"Itulah sebabnya, dalam Encyclopaedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: "Dalam agama Hindu, misalnya, kita menjumpai bentuk tritunggal yakni Brahma, Siva, dan Vishnu; dan juga dalam agama Mesir kuno yakni Osiris, Isis, dan Horus."
NB : Yang menarik adalah Saksi-saksi Yehuwa mengutip tulisan dari James Hastings "seolah" ingin menggiring kepada opini bahwa James Hastings sang penulis Encyclopaedia of Religion and Ethics menolak tritunggal. Padahal beliau adalah seorang anggota gereja Presbyterian [ps : sealiran gereja dengan saya] yang percaya Tritunggal.
http://en.wikipedia.org/wiki/James_Hastings
Klaim bahwa Tritunggal bersumber dari kepercayaan agama-agama lain tak punya pondasi yang kuat, mengapa ?
Tritunggal dalam agama Hindu
Brahma -> merupakan dewa yang mempunyai 5 wajah dan 4 lengan. Dipercaya sebagai sang pencipta. Menurut situs hindu ini, Brahma sangat jarang disembah dibanding kedua tuhan yang lainnya.
http://www.rudraksha-ratna.com/hindu_trinity.php
Wisnu -> merupakan dewa yang mempunyai 4 lengan. Dipercaya bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahma. Dewa ini mempunyai isteri bernama Dewi Lakshmi yang di sembah sebagai dewi kemakmuran.
Siwa -> merupakan dewa yang berlengan 4. Dipercaya sebagai pelebur, melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga segala ciptaan Tuhan tersebut harus dikembalikan kepada asalnya. Menurut tradisi agama Hindu, dewa Siwa mempunyai anak-anak yakni : dewa Kumara, Kala dan Ganesha.
Jelas gambaran tentang tritunggal dalam agama Hindu berbeda jauh dengan tritunggal dalam agama Kristen. Apalagi, ketiga dewa itu hanya merupakan dewa tertinggi, masih ada banyak dewa yang lain yang juga di sembah, konsep tuhan seperti ini tidak dikenal dalam agama Kristen.
Dewa-dewa yang lain :
* Agni (Dewa api)
* Aswin kembar (Dewa pengobatan, putera Dewa Surya)
* Candhra (Dewa bulan)
* Durgha (Dewi pelebur, istri Dewa Siva)
* Ganesha (Dewa pengetahuan, Dewa kebijaksanaan, putera Dewa Siva)
* Indra (Dewa hujan, Dewa perang, raja surga)
* Kuwera / Kubera (Dewa kekayaan)
* Laksmi (Dewi kemakmuran, Dewi kesuburan, istri Dewa Visnu)
* Saraswati (Dewi pengetahuan, istri Dewa Brahmā)
* Sri (Dewi pangan)
* Surya (Dewa matahari)
* Waruna (Dewa air, Dewa laut dan samudra)
* Wayu / Bayu (Dewa angin)
* Yama (Dewa maut, Dewa akhirat, hakim yang mengadili roh orang mati)

TRIMURTI (BRAHMA, WISNU, SIWA)
TIDAK SAMA DENGAN KONSEP TRITUNGGAL KRISTEN
Tritunggal Dalam Agama Mesir Kuno
Isis -> adalah dewa wanita
Osiris -> adalah suami Isis
Horus -> adalah anak dari Isi dan Osiris.
Tritunggal ini pun tidak sama dengan tritunggal dalam agama Kristen. Karena mereka adalah pribadi yang TERPISAH bukan esa. Kembali patut dicatat, bahwa dewa-dewi ini hanya merupakan dewa-dewi yang tertinggi masih banyak pula dewa-dewa lain yang disembah pula.
http://www.nemo.nu/ibisportal/0egyptintro/1egypt/index.htm
TRITUNGGAL AGAMA MESIR KUNO (OSIRIS,HORUS, ISIS)
TIDAK SAMA DENGAN KONSEP TRITUNGGAL KRISTEN
Konsep Tritunggal dalam agama kristen adalah Tuhan itu esa dalam 3 Pribadi. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah Pribadi yang berbeda dan masing-masing tidak ada yang lebih tinggi atau lebih mulia. Menarik untuk di kaji, bahwa esa bukanlah tunggal melainkan kesatuan/bersatu yang berkonotasi jamak. Dalam bahasa ibrani hal ini makin jelas.
Salah satu ayat paling populer yang sering dikutip oleh yang menolak tritunggal adalah Ulangan 6:4 :
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Dalam bahasa yahudi ayat itu berbunyi :
"Shema Yisrael Adonai Eloheinu Adonai Echad."
Yang menarik adalah pemakaian kata "echad" dalam ayat tersebut.
Dalam bahasa ibrani ada 2 kata untuk menyebut "satu", yakni "yachid" dan "echad". "Yachid" dipakai untuk pengertian "tunggal" = "tidak ada yang lain". Contoh untuk pemakaian "yachid" dalam alkitab adalah :
Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal ["yachid"] itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
NB : Di ayat di atas, jelas hanya Ishak yang anak yang sah dan satu-satunya dari isteri tercinta Sarah.
Sedangkan "echad" merujuk kepada "bersatu/kesatuan" [lebih dari satu pribadi]. Contoh :
Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu ["echad"] daging.
NB : Di ayat di atas, pengertian "satu" daging adalah pria dan wanita yang menikah secara sah, maka mereka menjadi satu daging, yang berarti mereka kini terikat dalam hubungan sebagai suami isteri, senasib sepenanggungan. Mereka yang dua pribadi bersatu menjadi satu kesatuan.
Demikianlah NOTE ini mencoba menjelaskan konsep Tritunggal secara sederhana.
PS : Shalom to U till the end of times.
KONSEP TRITUNGGAL DALAM AJARAN KRISTEN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my song

Pengikut