Rabu, 26 Januari 2011

KAIN KAFAN YANG DITEMUKAN DI YERUSALEM MENIMBULKAN KERAGUAN TERHADAP KAIN KAFAN TURIN SEBAGAI MILIK YESUS


Arkeolog telah menemukan kain kafan pertama yang ditemukan di Yerusalem dari zaman penyaliban Yesus Kristus – dan seperti yang dikatakan, dengan penemuan kain kafan ini, menimbulkan keraguan besar terhadap KAIN KAFAN TURIN yang dipercaya dari abad ke 1 M apalagi kain itu adalah milik Yesus. Kain kafan kuno dari zaman awal Masehi beberapa kali telah ditemukan sebelumnya, tetapi belum pernah ditemukan di Yerusalem. Para peneliti mengatakan tenunan dan desain kain kafan yang ditemukan di kuburan tersebut, dekat kota tua Yerusalem sangat – sangat berbeda dengan kain kafan Turin.


Tes radiocarbon dan pada artefak telah membuktikan bahwa kain kafan yang ditemukan di Yerusalem berasal dari masa yang sama dengan kematian Kristus.Kain ini dibuat dengan dua bagian bentuk yang simple —Tidak seperti kain kafan turin yang memanjang menutupi seluruh tubuh, yang oleh ahli textile mengatakan bahwa kain tersebut memiliki rentan waktu 1000 tahun setelah kematian Yesus.

Dengan hanya satu kain memanjang dari KAIN KAFAN TURIN, kain kafan Yerusalem dibuat dalam beberapa bagian, dengan terpisah antara badan dengan bagian kepala.
Professor Shimon Gibson, Arkeolog yang menemukan kuburan ini mengatakan, tulisan kuno dan desain kontenporer ditemukan pada beberapa bagian kain kafan ini, dan kain kafan Yerusalem juga dibuktikan dengan tubuh atau sisa tubuh dari mayat yang dikafani tersebut, tidak seperti kain kafan turin.

Debat seputar kain Kafan Turin tidak akan pernah habis. Bulan lalu (November 2009), vatikan mengatakan bahwa mereka menemukan tulisan pada kain kafan yang mengatakan : ‘Jesus Nazarene’, yang oleh vatikan di yakini sebagai kafan milik Yesus.

Barbara Frale mengatakan hasil photography dengan analisis computer pada kain kafan turin menunjukan kata dalam bahasa yunani (samar – samar), juga dalam bahasa aramik dan latin yang menyebabkan KAIN KAFAN TURIN oleh Vatikan di anggap otentik.
Tetapi kain kafan pembungkus tubuh yang semasa dengan zaman yesus yang ditemukan di Yerusalem menunjukan fakta yang berbeda.

Kain kafan Yerusalem ditemukan pada mayat seorang pria yang ditutup rapat dilembah Hinnom dalam pencarian di kota tua Yerusalem oleh Arkeology dari Hebrew University dan Albright Research Institute, yang keduanya berasal dari Yerusalem.

Test DNA menunjukan mayat pria pada kain kafan Yerusalem pernah menderita Lepra dan meninggal karena TBC.
Inilah yang menyebabkan Kuburan Orang ini ditutup sangat rapat agar penyakitnya tidak menular, ajaibnya karena ditutup sedemikian rapat menyebabkan kita masih bisa menemukan bagian tubuh dan kain kafan itu sendiri. Juga di temukan lewat analisa pada rambut mayat pemilik kain kafan tersebut kurang lebih 2000 tahun lalu, masa hidupnya.


Professor Gibson mengatakan, kain kafan turin tidak diketahui kuburanya berasal dari abad ke 1 M – Sedangkan kain kafan Yerusalem memberikan bukti yang Otentik bahwa Dia semasa dengan zaman Kristus.
“kain kafan turin berupa satu kain atau hamparan kian untuk menutupi seluruh tubuh”.
“Model kain kafan seperti ini, diketahui sebagai kain kafan dari abad pertengahan, jadi kita berbicara tentang KAIN KAFAN TURIN adalah kain kafan dari abad pertengahan” Gibson mengatakan pada Daily Mail.
“Tetapi kain kafan Yerusalem dikonfirmasi dengan berbagai Test, juga ada artefak lain disekitarnya yang membuktikan dan yang pasti menimbulkan keraguan terhadap kain kafan Turin.

“Dengan kain pembungkus kepala terpisah dari kain pembungkus tubuh, diamana itu sangat penting dalam tradisi penguburan pada masa Yesus. Kain pembungkus kepala terpisah di wajah, dalam kasus jika orang ini tidak benar - benar mati, ia akan berteriak meminta pertolongan. mereka akan membuka tutup wajah dan berteriak meminta pertolongan.” Kata GIBSON.


“Hal seperti ini lumrah di zaman Kuno, sebab mereka tidak memiliki peralatan medis yang baik seperti zaman sekarang.”
“pemikirannya bahwa, jika kau mengafani seseorang, kau akan memisahkan kain pembungkus tubuh dan kain pembungkus kepala” lanjut GIBSON

Tulisan para rabi masa kuno mengatakan tentang seseorang yang bangkit, yang bangkit secara Mujizat dan hidup beberapa tahun kemudian. ( Mungkinkah Lazarus ?? )
Kain kafan seperti ini dalam tradisi Yahudi agar keluarga dapat mengunjungi kembali setelah tiga hari dengan membawa rempah – rempah dan mengecek tubuh saudara mereka yang di kubur.

Ini, menurut Gibson seperti yang dikatakan kitab suci pada saat kematian Yesus, dimana pengikut-Nya mengunjungi kubur Yesus setelah tiga hari dengan membawa rempah – rempah setelah penyaliban-Nya, yang akhirnya mereka temukan Bahwa Kubur Yesus telah kosong.


Lembah Hinnom di mana kain kafan Yerusalem ini ditemukan sudah lama lekat dengan kematian atau pekuburan. Dalam Kitab Matius dikenal sebagai “tanah darah” -- ‘Field of Blood.’

Matius 27:7-8:
27:7Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing
.27:8Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.

Lembah Hinnom Terpisah dengan pemakaman pada masa romawi…..
Pada zaman Kuno, Bangsa pagan mengorbankan anak-anak balita untuk Dewa Moloch
Bangsa Israel Kuno menyebut lembah Hinnom sebagai Lembah Gehinnom – dalam bahasa Ibrani berarti “Neraka” –Tempat dimana Korban pada hari raya Perdamaian dalam Bait suci salomo.

1 komentar:

my song

Pengikut